Konten dari Pengguna

Kepri Melonjak 3 Besar Nasional, Produktivitas Tertinggi di Luar Jawa

Suryadi Kangboi
Head of Training and Job Placement Division at the Department of Manpower and Transmigration of Riau Islands Province
10 Juni 2025 6:01 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kepri Melonjak 3 Besar Nasional, Produktivitas Tertinggi di Luar Jawa
Produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan lompatan besar dan kini menempati posisi ke-3 nasional, tertinggi di luar Pulau Jawa.
Suryadi Kangboi
Tulisan dari Suryadi Kangboi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Data Indonesia.id, Sumber Data Kemnaker RI, sakernas
zoom-in-whitePerbesar
Data Indonesia.id, Sumber Data Kemnaker RI, sakernas
Di tengah sorotan terhadap laju produktivitas tenaga kerja nasional, satu provinsi di barat Indonesia tampil sebagai anomali yang mencolok. Namanya Kepulauan Riau, gugusan wilayah yang selama ini lebih sering dibicarakan dalam konteks perdagangan lintas batas atau sektor pariwisata. Namun dalam tiga tahun terakhir, Kepri perlahan menapaki tangga prestasi ekonomi nasional melalui jalan yang lebih substansial, produktivitas tenaga kerja.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 yang diolah oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatik) Kementerian Ketenagakerjaan, produktivitas tenaga kerja di Kepri pada 2024 mencapai Rp 200,12 juta per pekerja.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ini menandai lonjakan signifikan dari posisi Kepri pada 2022 yang baru mencapai Rp 164,5 juta. Bahkan, bila dibandingkan dengan rata-rata nasional yang tahun ini tercatat sebesar Rp 89,33 juta, produktivitas Kepri sudah hampir 2,2 kali lipat.
Kenaikan tajam ini bukan datang tiba-tiba. Menurut seorang analis ketenagakerjaan di Pusdatik, Kepri sudah menunjukkan arah pembangunan ekonomi yang berbasis industri dan efisiensi sejak pandemi mereda. Tahun 2023, produktivitas tenaga kerja Kepri naik menjadi Rp 196,25 juta, menyalip beberapa provinsi besar lainnya. Tahun ini, Kepri hanya kalah dari DKI Jakarta (Rp 421,3 juta) dan Kalimantan Timur (Rp 288,31 juta).
β€œKunci Kepri adalah konsistensi pada industri padat karya, didukung tenaga kerja terampil dan pelatihan vokasional yang terintegrasi dengan kebutuhan sektor industri,” kata analis ketenagakerjaa kepada Kumparan
Sektor manufaktur, logistik, serta reparasi dan pemeliharaan kapal disebut sebagai tiga tulang punggung utama. Ditambah lagi dengan derasnya arus investasi dari dalam dan luar negeri yang memanfaatkan posisi strategis Kepri sebagai pintu ekspor-impor jalur internasional.
Produktivitas tenaga kerja dihitung dari rasio antara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah pekerja aktif. Semakin besar nilai tambah ekonomi yang dihasilkan setiap tenaga kerja, semakin tinggi produktivitas wilayah tersebut. Ini berbeda dari sekadar banyaknya pekerja atau jumlah lapangan kerja. Produktivitas adalah tentang output per kapita, dan pada titik ini, Kepri unggul.
Namun, produktivitas tinggi juga mengindikasikan kompleksitas tersendiri. Di satu sisi, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan produktivitas tertinggi menghadapi tantangan serius berupa ketimpangan antara pekerjaan formal dan informal, serta tingginya angka pengangguran terselubung. Hal serupa juga terjadi di Kepulauan Riau. Meski mencatatkan lompatan produktivitas, Kepri belum sepenuhnya mampu mendorong pemerataan distribusi lapangan kerja di kawasan industri strategis seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.
Produktivitas tenaga kerja dihitung sebagai rasio antara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap jumlah tenaga kerja yang bekerja. Indikator ini menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai efisiensi ekonomi daerah, kualitas tenaga kerja, serta nilai tambah yang dihasilkan.
Menurut analis ketenagakerjaan dari Pusdatik Kemnaker, capaian Kepri didorong oleh meningkatnya investasi sektor industri padat karya dan tingginya permintaan tenaga kerja terampil.
β€œData menunjukkan bahwa wilayah dengan basis industri yang kuat dan program pelatihan kerja yang terarah cenderung memiliki produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi,” ujarnya.
Suryadi, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kepulauan Riau, menegaskan bahwa produktivitas tenaga kerja yang tinggi bisa diasumsikan sebagai hasil dari perusahaan-perusahaan yang telah terbiasa mempekerjakan tenaga kerja terampil dan kompeten di bidangnya.
Tren peningkatan ini mencerminkan adanya pergeseran struktural dalam perekonomian daerah, terutama di provinsi-provinsi yang berhasil mengembangkan sektor unggulan seperti manufaktur, logistik, dan teknologi informasi. Hal tersebut turut diperkuat oleh pelatihan berbasis kompetensi dan program vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan, produktivitas tenaga kerja yang terus meningkat menjadi fondasi penting. Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat sistem pelatihan, memperluas akses pendidikan vokasi, dan meningkatkan konektivitas antardaerah agar capaian ini tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga berbuah pada kesejahteraan yang lebih merata bagi tenaga kerja Indonesia.
Trending Now