Konten dari Pengguna

Akuntansi Hijau: Menyongsong Era ESG di Dunia Bisnis

suwito
Mahasiswa S2 Universitas Pamulang
10 September 2025 13:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Akuntansi Hijau: Menyongsong Era ESG di Dunia Bisnis
“Akuntansi kini tak hanya soal laba rugi, tapi juga keberlanjutan. ESG jadi kunci menjaga kepercayaan publik dan masa depan bumi.” 🌍📊
suwito
Tulisan dari suwito tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
gambar, ilusterasi dari penulis
zoom-in-whitePerbesar
gambar, ilusterasi dari penulis
Di tengah tantangan perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan krisis tata kelola perusahaan, dunia bisnis kini tak bisa lagi hanya berfokus pada laba. Para investor, konsumen, dan regulator menuntut lebih: transparansi mengenai dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Di sinilah konsep ESG (Environmental, Social, Governance) hadir sebagai tolok ukur baru keberlanjutan bisnis.
Bagi dunia akuntansi, ESG bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan mendasar. Laporan keuangan yang dulunya hanya menyoroti angka laba rugi, kini harus berkembang menjadi laporan keberlanjutan yang mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap bumi, manusia, dan tata kelola yang baik.

Mengapa ESG Penting dalam Akuntansi?

Dulu, akuntansi identik dengan angka: laba, rugi, aset, dan liabilitas. Namun, di era modern, angka-angka saja tidak cukup untuk menggambarkan kesehatan sebuah perusahaan. Dunia usaha kini dituntut untuk tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Inilah alasan mengapa ESG menjadi penting dalam akuntansi. Pertama, investor tidak lagi hanya melihat laporan keuangan, tetapi juga menilai sejauh mana perusahaan peduli terhadap isu lingkungan, kesejahteraan karyawan, serta etika bisnis. Kedua, regulasi di Indonesia maupun dunia semakin menekankan kewajiban pelaporan keberlanjutan, yang artinya akuntan harus mampu menyajikan data ESG secara transparan. Ketiga, masyarakat semakin kritis. Konsumen lebih memilih membeli produk dari perusahaan yang ramah lingkungan dan beretika, dibandingkan yang hanya mengejar keuntungan semata.
Dengan kata lain, ESG membuat akuntansi berkembang dari sekadar “bahasa bisnis” menjadi cermin integritas dan keberlanjutan perusahaan. Akuntan yang mampu mengintegrasikan ESG ke dalam laporan, bukan hanya menjaga keuangan perusahaan tetap sehat, tetapi juga menjaga kepercayaan publik dan masa depan bumi.

Tantangan Akuntansi dalam Mengintegrasikan ESG

Meski konsep ESG semakin populer, penerapannya dalam akuntansi bukanlah hal yang sederhana. Ada beberapa tantangan besar yang membuat perusahaan dan akuntan harus bekerja ekstra keras.
Pertama, pengukuran dampak lingkungan masih sulit dilakukan. Misalnya, bagaimana cara mengubah emisi karbon atau limbah plastik menjadi angka yang bisa dilaporkan secara finansial? Tidak semua hal yang berdampak pada lingkungan bisa langsung dikonversi menjadi nilai rupiah.
Kedua, standar pelaporan ESG yang beragam juga membuat kebingungan. Ada berbagai acuan global seperti GRI, SASB, hingga ISSB, sementara di tingkat nasional regulator juga mendorong standar tertentu. Perbedaan ini membuat perusahaan kerap bingung harus menggunakan patokan yang mana agar laporan mereka diakui secara internasional maupun nasional.
Ketiga, kapasitas sumber daya manusia menjadi tantangan lain. Profesi akuntan yang terbiasa dengan laporan keuangan tradisional kini dituntut memahami isu keberlanjutan, manajemen risiko lingkungan, hingga analisis sosial. Tidak semua akuntan siap dengan perubahan ini.
Tantangan-tantangan tersebut menunjukkan bahwa integrasi ESG ke dalam akuntansi bukan sekadar soal menambahkan halaman baru dalam laporan tahunan, melainkan transformasi besar yang membutuhkan pengetahuan, teknologi, dan komitmen jangka panjang.

Masa Depan ESG dan Peran Akuntan

Akuntan tidak lagi hanya menjadi “penjaga angka”, melainkan mitra strategis dalam memastikan perusahaan tumbuh berkelanjutan. Dengan keterampilan dalam menyusun laporan ESG, akuntan bisa membantu perusahaan menyeimbangkan profit, people, dan planet.
Pada akhirnya, akuntansi ESG bukan hanya soal laporan, tetapi soal pertanggungjawaban moral perusahaan kepada generasi mendatang. Jika akuntan mampu beradaptasi, maka profesi ini akan tetap relevan dan bahkan semakin strategis di era ekonomi hijau.
Trending Now