Konten dari Pengguna

Kenapa Membaca?

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
7 Desember 2025 7:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kenapa Membaca?
Kenapa membaca? Bila membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan itu terlalu biasa. Membaca untuk melatih pikiran
Syarif Yunus
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bila membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan itu terlalu biasa. Bila membaca untuk pintar, lebih biasa lagi. Bila membaca buku jadi kebiasaan, mungkin banyak orang sudah melakukannya hingga kini. Manfaat membaca seperti itu semua, sungguh sangat normatif.
Jadi untuk apa membaca? Membaca itu perlu karena untuk menjaga pikiran, agar tetap waras dan sehat. Sebab pikiran yang tidak terkendali akan menyuburkan kebiasaan buruk. Kita sering lupa, banyak kebiasaan buruk bermula dari pikiran yang tidak terjaga. Karena pikiran yang bilang, β€œtidak apa-apa sekali saja”, akhirnya betapa banyak orang terjerumus ke pola hidup yang rusak. Karena sekali saja awalnya, akhirnya jadi berulang kali dan rusaklah kebiasaan hidupnya.
Membaca untuk melatih pikiran sehingga lebih disiplin secara mental. Dengan membaca, pikiran tidak ke mana-mana selain ke teks bacaan. Kita bisa membangun kebiasaan yang lebih sehat dari bacaan. Pikiran yang diarahkan dengan jelas akan menciptakan perilaku membaca yang konsisten, sehingga hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh dorongan sesaat.
kenapa membaca?
Lebih dari itu, membaca terbukti mampu mengajak pikiran menentukan kualitas keputusan. Setiap keputusan lahir dari proses berpikir. Pikiran yang kacau akan menghasilkan keputusan yang salah, bahkan bisa menghancurkan masa depan. Sebaliknya, pikiran yang jernih akan membantu kita memilih jalan yang lebih bijak. Karenanya, menjaga kejernihan pikiran sama pentingnya dengan menyiapkan strategi hidup. Dengan pikiran yang terarah, kita bisa mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan matang, bukan sekadar emosi sesaat.
Maka membacalah selagi masih ada waktu, membaca untuk melatih pikiran. Salam literasi!
Anak-anak yang membaca di tbm lentera pustaka
Trending Now