Konten dari Pengguna

Punya Jabatan Belum Tentu Mau Baca?

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
13 November 2025 19:22 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Punya Jabatan Belum Tentu Mau Baca?
Pangkat dan Jabatan Tidak Menentukan Mau Baca atau Nggak? Maka Jangan Remehkan Sebuah Buku Bila Belum Membacanya
Syarif Yunus
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat membaca buku di tengah hutan di Leuweung Bobojong jalur Curug pariuk, saya sedikit merenung. Jangan pernah sekali-kali meremehkan orang lain, apalagi β€œorang kecil” yang dianggap tidak berdaya. Bahaya dan bisa berbalik ke kita. Jangan pula meremehkan buku bila belum bisa membacanya.
Sejatinya, setiap orang punya kelebihan yang tidak kita tahu. Orang yang tampak biasa hari ini bisa jadi luar biasa besok. Banyak orang sukses berawal dari diremehkan. Meremehkan itu kesombongan, bukan keunggulan. Merasa lebih hebat membuat kita menutup diri dari belajar, dari membaca buku. Padahal, orang yang rendah hati justru lebih cepat berkembang.
Maka jangan meremehkan orang lain. Sebab kita tidak tahu perjuangan orang lain. Setiap orang punya cerita, punya luka, dan usaha yang tidak terlihat. Meremehkan orang lain bukan hanya melukai hati tapi bisa menjadi β€œkarma” bagi diri kita sendiri.
Di tengah hutan, semua orang tampak kecil dan tidak ada apa-apanya. Mau setinggi apapun kedudukan kita, jangan pernah memandang kecil terhadap orang yang masih di bawah kita. Ingatlah, kita sama-sama membutuhkan. Bahkan ketika kita tidak bisa turun dari pohon yang tinggi pun orang di bawahlah yang pasti membantu kita.
Relawan taman baca di tengah hutan
Ketahuilah, dari atas pohon orang di bawah memang terlihat kecil. Tapi orang yang di bawah pun melihat orang yang di atas pohon begitu kecil. Bahkan bisa jadi orang di bawah tidak melihatnya sedikitpun, karena terhalang daun yang sangat lebar. Karenanya, jangan meremehkan orang kecil. Sebaliknya orang kecil pun tidak perlu bersedih hati. Jangan pula berkecil hati ketika dipandang rendah, Namun jadikanlah motivasi agar tidak selalu menjadi perbandingan. Dan jadikan ocehan itu sebagai tempaan, untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik.
Hidup ini berputar, apapun motifnya. Kadang orang yang kita pandang rendah justru nanti menjadi orang yang bisa menolong kita. Nasib bisa berubah kapan saja. Menghargai orang lain itu sehat. Rasa hormat pun dapat melahirkan kepercayaan dan kerja sama, dua hal yang sangat penting dalam pekerjaan dan kehidupan sosial.
Ketahuilah, nilai seseorang bukan dari tampilan atau pangkatnya tapi dari karakternya. Orang kecil adalah tempat belajar sikap sederhana, menerima apa adanya, dan tidak banyak mengeluh. Orang yang merasa tinggi, punya pangkat belum tentu bisa seperti orang kecil.
Maka jadilah yang terbaik dari diri masing-masing. Tidak usah jadi orang besar atau tinggi bila gampang merendahkan orang lain. Cukup jadi orang kecil yang baik dan terbaik yang kita bisa. Maka, jangan remehkan siapa pun, karena setiap orang sedang berjuang dalam cerita yang tidak kita tahu. Dan jangan remehkan sebuah buku belum punya waktu untuk membacanya. Salam literasi!
pendiri taman bacaan lagi di hutan
Trending Now