Konten dari Pengguna

Sehebat Apapun Kamu, Nggak Ada yang Patut Disombongkan

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
18 November 2025 9:01 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sehebat Apapun Kamu, Nggak Ada yang Patut Disombongkan
Sehebat Apapun Kamu, Nggak Ada yang Patut Disombongkan. Jadi biasa saja, manusia itu pasti bergantung
Syarif Yunus
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hari gini, masih ada yang belum percaya. Sehebat apapun kamu, tetap saja makhluk yang bergantung kepada orang lain. Lahir ditolong, hidup saling membutuhkan, dan mati pun masih perlu bantuan orang lain. Maka rendahkanlah hati seperti tanah yang diinjak, karena dari sanalah kita berasal dan ke sanalah kita akan dikembalikan.
Sehebat apapun manusia, kita tetap makhluk yang bergantung. Ini bukan cuma soal percaya secara intelektual, tapi menerjemahkan ke tindakan sehari-hari, kebiasaan, dan sistem hidup. Selalu bersikap rendah hati, sebagai kesadaran atas keterbatasan diri. Landasan mental untuk selalu belajar terus-menerus. Kita bisa begini, tentu ada orang yang berjasa. Kenapa susah mengakui jasa orang lain?
Coba saja, tuliskan tiga hal dalam hidup kita yang akhirnya berjalan akibat bantuan orang lain. Tanpa bantuannya, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hanya makhluk yang tidak berdaya dan sulit untuk bisa tumbuh tanpa campur tangan orang lain, apalagi Tuhan. Sayangnya, masih banyak orang yang sulit mengakui. Seolah-olah apa yang diraihnya hanya sebab kerja keras atau perjuangannya sendiri.
Pengakuan atas ketergantungan itu dimensi spiritual sekaligus mentalitas. Sebab dalam hidup selalu ada hal-hal di luar kendali kita, maka di situ Tuhan menurunkan tangan orang lain untuk memberikan solusi, walau sekadar saran atau pendapat. Maka akui keterbatasan kita sebagai manusia, pelihara hubungan yang saling menunjang. Agar ketergantungan atau β€œbergantung” jadi kekuatan, bukan aib karena menghasilkan ketahanan, kualitas, dan hubungan yang lebih sehat.
Sehebat apapun kamu, tetap saja makhluk yang bergantung kepada orang lain. Seperti kopi yang tidak pernah sombong, pahit apa adanya, justru karena pada pahitnya kopi semakin kuat rasanya. Begitu pula kita, tidak ada yang perlu disombongkan di dunia ini, karena saat kita meninggal dunia pun kita masih butuh orang lain untuk menguburkannya. Salam literasi!
Trending Now