Konten dari Pengguna
Hindari Rebahan Terlalu Lama Agar Terhindar dari Penyakit-penyakit Ini
23 November 2021 10:36 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Hindari Rebahan Terlalu Lama Agar Terhindar dari Penyakit-penyakit Ini
Terlalu banyak rebahan dapat menimbulkan penyakit berbahaya lainnya dalam tubuh kita. #userstorySYIFA NABILAH AMALIA 2021
Tulisan dari SYIFA NABILAH AMALIA 2021 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Covid-19 telah menjadi masalah serius di Indonesia pada kurun waktu 2 tahun belakangan ini. Pemerintah telah memberikan kebijakan untuk mengurangi persebaran virus Covid-19 dengan menjalankan program PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Indonesia) di mana pemerintah melarang masyarakat untuk banyak berkegiatan di luar rumah. Akibatnya, banyak masyarakat merasa bosan di rumah seharian. Ketika kita merasa tidak memiliki hal untuk dikerjakan, kebanyakan dari kita akan kembali ke kasur untuk sekadar tiduran atau rebahan. Tetapi, terlalu sering rebahan juga tidak baik bagi kesehatan tubuh kita. Apabila tubuh jarang digunakan untuk bergerak dan beraktivitas, maka tubuh kita akan mudah merasa lemas dan dapat menimbulkan rasa malas pada diri sendiri.
Rebahan dalam KBBI sendiri memiliki arti berbaring untuk istirahat. Kita memang diperintahkan untuk banyak istirahat agar imunitas tubuh meningkat. Istirahat di sini bukan berarti rebahan dalam sehari penuh. Akan tetapi, kita harus dapat menyeimbangkan keseharian kita dengan menerapkan gaya hidup sehat. Terlalu banyak rebahan dapat menimbulkan penyakit berbahaya lainnya dalam tubuh kita. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat timbul dalam tubuh kita apabila terlalu banyak rebahan, yaitu:
1. Kegemukan atau Obesitas
Penyakit obesitas biasanya terjadi karena kelebihan berat badan. Penyakit ini timbul kepada orang yang sering rebahan karena makanan yang dikonsumsi tidak digunakan dengan baik dalam tubuh. Nasi atau karbohidrat lain yang kita konsumsi akan menjadi sumber energi dalam tubuh. Tetapi apabila energi kita hanya tersimpan dan tidak terpakai, maka akan menumpuk sehingga menimbulkan kelebihan berat badan atau obesitas. Kita dapat mencegah obesitas terjadi pada diri kita dengan cara berolahraga yang rutin dan tidak langsung rebahan setelah makan. Kita harus bisa mengatur waktu antara aktivitas keseharian dengan waktu istirahat agar seimbang dan menjadi keseharian yang teratur.
2. Hipertensi
Orang yang terkena penyakit hipertensi adalah orang yang memiliki tekanan darah yang tinggi. Hipertensi memiliki hubungan dengan penyakit obesitas karena keduanya sama-sama berhubungan dengan kerja jantung dan proses insulin pada tubuh manusia. Akibatnya, banyak orang yang terkena penyakit obesitas dapat berisiko juga terkena penyakit hipertensi. Apabila kita sudah menjalankan keseharian dengan efektif dan teratur, maka peredaran dan tekanan darah dalam tubuh kita akan stabil dan tidak akan terjadi hipertensi pada tubuh kita.
3. Diabetes Mellitus
Penyakit ini biasanya timbul karena adanya proses hiperglikemia dalam tubuh. Orang yang terlalu sering rebahan tanpa melakukan aktivitas lain, tubuhnya akan sangat mudah mengalami proses hiperglikemia sehingga menyebabkan diabetes mellitus pada tubuhnya. Orang yang mengalami diabetes mellitus, biasanya memiliki sistem metabolik yang tidak lancar. Sama dengan penyakit obesitas, penyakit diabetes mellitus ini juga bisa terjadi karena banyak energi yang tersimpan dan tidak terpakai sehingga gula dalam tubuh menumpuk dan menimbulkan penyakit diabetes.
4. Penyakit tulang
Penyakit tulang sering disebut osteoporosis. Orang yang terkena penyakit tulang, biasanya sering merasa nyeri pada punggung dan leher. Nyeri punggung dapat timbul karena terlalu lama rebahan sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan tidak kuat. Biasanya jika sudah kelamaan rebahan, kita pasti akan merasakan sakit pada punggung. Sakit pada punggung bisa terjadi karena punggung kita selalu tertekan dan jarang ditegakkan. Selain nyeri punggung, kita juga kerap merasa pusing jika sudah terlalu lama rebahan. Pusing yang dirasakan ini dapat muncul karena leher kita sudah merasa lelah pada posisi tiduran yang terlalu lama.
5. Penyakit jantung
Timbulnya penyakit jantung dapat disebabkan oleh terjadinya masalah sistem metabolik yang memperlambat proses organ dalam melaksanakan fungsinya. Penyakit diabetes atau hipertensi yang berlebihan dapat berkembang dalam tubuh sehingga mempengaruhi kesehatan jantung. Penyakit jantung dapat terjadi akibat peredaran darah tidak stabil. Untuk menghindari penyakit jantung, sebaiknya kita memperbanyak minum air putih dan berolahraga dengan rutin. Karena peredaran darah pada tubuh kita juga dipengaruhi oleh aktivitas yang kita lakukan. Apabila tubuh kita jarang digerakkan, maka peredaran darah juga bisa tidak stabil.
Penyakit-penyakit di atas termasuk dalam penyakit hypokinetic. Penyakit hypokinetic timbul akibat kurangnya pergerakan pada tubuh manusia sehingga dapat menyebabkan kesalahan pada cara kerja sistem organ tubuh manusia. Sebenarnya, penyakit-penyakit di atas saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang lebih serius. Kita dapat mencegah terkena penyakit-penyakit tersebut dengan menerapkan gaya hidup sehat. Rebahan yang terlalu lama, selain dapat menimbulkan penyakit lain juga dapat menimbulkan rasa malas. Jika kita terlalu sering rebahan, tubuh kita akan merasa nyaman pada kasur sehingga dapat menyebabkan kita merasa malas melakukan aktivitas lain. Jangankan berolahraga, makan dan ke kamar mandi pun kerap sekali kita merasa malas apabila sudah terlalu lama rebahan.
Biasanya yang membuat kita nyaman dengan posisi rebahan karena kita melakukannya dengan bermain gadget. Tujuan dari kebijakan PPKM memang untuk menjaga imunitas tubuh kita agar tubuh tidak mudah terpapar virus. Maka dari itu kita diperintahkan untuk memperbanyak istirahat, namun bukan berarti dalam keseharian kita hanya rebahan sambil bermain gadget. Kebanyakan masyarakat menyia-nyiakan waktu luang ini dengan hanya bermain game, aktif di sosial media, dan sebagainya.
Seharusnya pada masa pandemi seperti ini, kita harus dapat memanfaatkan luang waktu kita dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti berolahraga yang teratur, memiliki pola makan yang bergizi dan teratur, berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga, melatih skill yang kita miliki, dan masih banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa kita lakukan di rumah. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengimbangi kegiatan sehari-hari, tubuh kita dapat terhindar dari berbagai penyakit berbahaya terutama virus Covid-19 ini.
Referensi
MN Herliana dkk,. 2019. Sosialisasi Bahaya Hipokinetik Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pada Guru PJOK SD dan SMP Se-Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya. Vol 02 No 2 Bulan Juli 2019. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id
P Rahayu dkk,. 2012. Hubungan Antara Faktor Karakteristik, Hipertensi, dan Obesitas dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal. https://jurnal.unimus.ac.id
Huldani. 2012. Nyeri Punggung. Universitas Lambung Mangkurat. https://eprints.ulm.ac.id
Maidatul H dkk,. 2016. Hubungan Obesitas dengan Hipertensi pada Masyarakat di Wilayah RW 13 Dusun Mojosari Desa Ngenep Kecamatan Karangploso. Jurnal Publikasi Unitri Vol.1 No.2, 2016.

