Konten dari Pengguna
Begini Dampak Buruk Gila Kerja
9 Januari 2023 13:25 WIB

Kiriman Pengguna
Begini Dampak Buruk Gila Kerja
Gila kerja atau disebut juga dengan workaholic kian merambah ke kalangan mahasiswa. hal ini menyebabkan beberapa kekhawatiran diantaranya stres akibat tekanan kerja hingga gagal jantung.Miske Alya Naila Fashli
Tulisan dari Miske Alya Naila Fashli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah mendengar istilah gila kerja? Gila kerja adalah salah satu budaya yang juga disebut dengan workaholic dengan dampak yang tergolong berbahaya. Dewasa ini marak terjadi di kalangan remaja, khususnya mahasiswa. Kejadian ini dikarenakan sebagian mahasiswa memiliki tugas yang cukup padat sehingga hampir separuh waktu digunakan untuk mengerjakan tugas secara berlebihan atau mengurangi jam istirahat.
Perilaku workaholic ini biasanya akan bekerja dengan memaksakan diri melampaui batas dan berakhir pada perubahan gaya hidup. Bagi seorang workaholic, tiada hari tanpa kerja.
Gila kerja atau workaholic ini memiliki dampak yang cukup serius bagi kesehatan dan lingkungan sosial. Beberapa orang mengeluhkan dampak gila kerja terutama pada kesehatan mental. Seseorang dengan aktivitas gila kerja akan cenderung membandingkan diri sendiri dengan orang lain saat mereka gagal. Aktivitas ini jika dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan krisis percaya diri. Dampak lain yang mungkin dapat terjadi adalah pola makan dan tidur yang tidak teratur karena harus mengerjakan pekerjaan dengan overtime atau waktu yang berlebih sehingga waktu untuk istirahat menjadi berkurang.
Dilansir dalam BASRA, aktivitas overwork dalam keadaan parah dapat menyebabkan gagal jantung. Ketika seseorang mengalami overwork (terlalu banyak bekerja) maka akan terjadi peningkatan beban yang berlebihan, melampaui beban normal jantung semestinya. Penting untuk menjaga kesehatan tubuh utamanya organ jantung. Salah satu caranya adalah dengan mengubah pola hidup. Atur waktu untuk bekerja, istirahat, dan melakukan aktivitas lain yang bermanfaat seperti olah raga. Selain itu juga perlu mengonsumsi makanan bergizi.
Dilansir dalam KumparanBISNIS, stres akibat tekanan kerja dapat diantisipasi dengan beberapa cara diantaranya membuat daftar pekerjaan setiap pagi, lebih fleksibel terkait waktu kerja, tidak berlebihan dalam bekerja, membuat batasan ekspektasi pada atasan melalui diskusi target pekerjaan.
Itulah beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi dampak buruk dari perilaku gila kerja. Semoga kita dapat memanajemen waktu dengan baik sehingga dapat dijauhkan dari stres kerja.

