Konten dari Pengguna
Amoral dan Immoral
9 September 2023 15:39 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Amoral dan Immoral
Sekilas, amoral dan immoral memiliki arti yang sama, yakni tidak bermoral seturut prinsip-prinsip baik atau jahat. Namun, makna dan penggunaan kedua kata tidak sama. #userstoryAgustian Ganda Putra Sihombing
Tulisan dari Agustian Ganda Putra Sihombing tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ruang lingkup moral, ada dua kata yang familiar yaitu amoral dan immoral. Kedua kata tersebut memiliki fungsi yang sama yakni untuk mengungkapkan perbuatan manusia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral: baik dan benar.
Hanya, ada perbedaan. Kata amoral termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan definisi tidak bermoral; tidak berakhlak. Sementara immoral tidak atau belum masuk dalam entri KBBI. Makna dan penggunaan kedua kata dalam Ilmu Moral pun sungguh berbeda, jika dilihat dari subjek atau pelaku moral sendiri.
Akar kata
Dalam Etymology Dictionary, amoral merupakan satu kata sifat (adjektiva) bentukan dari a- ditambah dengan moral. Dalam bahasa Yunani, a- atau an- merupakan imbuhan yang memiliki arti βtidakβ. Imbuhan ini disebut dengan alpha private.
Immoral (adjektiva) juga kata bentukan dari in- ditambah dengan moral. Imbuhan in- berasal dari kata bahasa Latin yang memiliki arti βtidak, berlawanan dengan, tanpaβ. In- memiliki persamaan makna dan kegunaan dengan imbuhan im-, il-, dan ir-, namun mengalami asimilasi -n- terhadap huruf konsonan yang mengikutinya.
Kata moral (adjektiva) berasal dari kata bahasa Latin mos-moris dan Prancis kuno moralis yang artinya adat atau kebiasaan. Pada abad XIV, kata moral dipakai untuk mengungkapkan kebiasaan yang baik dan benar seturut prinsip-prinsip moral. Sementara itu, Cicero dalam De Fato, II.i mengartikan kata moral sebagai ungkapan kebiasan seseorang dalam ruang sosial seturut aturan-aturan bersama.
Lalu, sejak akhir abad XIV, moral dimengerti sebagai prinsip-prinsip tindakan yang baik dan benar. Namun, moral tidak sama dengan Etika (Yunani: ethikos). Sebab Etika merupakan suatu disiplin ilmu atau studi yang mempelajari moral.
Konteks penggunaan
Sekilas, amoral dan immoral memiliki arti yang sama, yakni tidak bermoral seturut prinsip-prinsip baik atau jahat. Namun, makna dan penggunaan kedua kata tidak sama. Robert Louis Stevenson pada 1800-an menyatakan bahwa amoral digunakan pada pilihan dan tindakan yang salah karena ketidaktahuan.
Sementara itu, kata immoral yang telah lebih dahulu digunakan pada 1650-an dipahami sebagai tindakan-tindakan yang tidak konsisten pada hukum dan standar moral; atau tindakan-tindakan yang secara etis salah.
Dalam immoral, pelaku tindakan tahu apa yang diinginkan oleh kelompok sosial terkait baik atau buruknya tindakan. Namun, si pelaku justru melakukan apa yang salah dan jahat dalam kelompok sosial. Dengan itu, amoral digunakan untuk menilai seseorang yang atas ketidaktahuan melakukan tindakan yang tidak baik dan benar.
Cap amoral dapat disematkan pada kelompok anak, orang dalam gangguan jiwa, dan orang yang belum pernah mendapat edukasi tentang atau pengalaman untuk mengerti aturan tentang baik dan jahat.
Immoral disematkan pada orang-orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kesadaran penuh atas tuntuan melakukan hal-hal baik. Namun, orang tersebut melakukan tindakan yang sebaliknya.
Maka, atas dasar analisis dan studi atas kedua kata di atas, penulis memiliki tiga harapan. Pertama, hendaknya semakin banyak orang yang paham perbedaan di antara keduanya. Terutama, dalam memberi penilaian terhadap orang yang salah dan menyimpang secara moral.
Kedua, penulis juga ingin menyampaikan dua hal agar, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata immoral dimasukkan dalam entri. Ketiga, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembedaan definisi kedua kata sungguh dengan jelas dimuat.

