Konten dari Pengguna
Superfood Laut Indonesia yang Jarang Dibicarakan, Kaya Nutrisi, dan Layak Dicoba
25 Oktober 2025 10:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Superfood Laut Indonesia yang Jarang Dibicarakan, Kaya Nutrisi, dan Layak Dicoba
Superfood laut Indonesia seperti rumput laut, kerang, keong, hingga teripang menyimpan segudang nutrisi dan manfaat kesehatan. Yuk, kenali kekayaan laut lokal yang jarang dibicarakan ini!Dina
Tulisan dari Dina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Superfood laut Indonesia bukan cuma soal ikan salmon, tuna, atau udang yang sering jadi bintang di piring makan kita. Di balik tren makanan sehat impor seperti chia seed dan quinoa, laut Nusantara sebenarnya menyimpan “superfood” alami yang tak kalah bergizi, hanya saja, jarang diangkat ke permukaan.
Padahal, dari rumput laut hingga keong laut, banyak bahan pangan laut lokal yang punya potensi besar untuk menjadi ikon pangan fungsional khas Indonesia. Tak hanya kaya nutrisi, makanan-makanan ini juga berperan penting bagi ekosistem dan ekonomi masyarakat pesisir.
Rumput Laut: Si Serat Ajaib dari Dasar Laut
Kalau kamu pernah menyantap salad Jepang atau agar-agar, besar kemungkinan kamu sudah menikmati manfaat rumput laut tanpa sadar. Indonesia adalah salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, tapi ironisnya, konsumsi dalam negeri justru masih rendah.
Rumput laut mengandung serat larut tinggi, terutama karaginan dan alginat, yang bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan kolesterol. Kandungan yodium-nya juga mendukung fungsi tiroid, sementara antioksidannya berperan melawan radikal bebas.
Yang menarik, rumput laut juga rendah kalori tapi tinggi mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi, kombinasi sempurna buat kamu yang sedang menjaga berat badan tapi tetap ingin makan bernutrisi.
Kerang Darah: Si Kecil Kaya Zat Besi
Kerang mungkin sering dianggap makanan “biasa”, tapi jangan salah, kerang darah termasuk superfood laut yang padat nutrisi. Dalam 100 gram kerang darah, terdapat sekitar 13 mg zat besi, bahkan lebih tinggi dari daging sapi pada porsi yang sama.
Selain itu, kerang darah juga mengandung vitamin B12, omega-3, dan protein tinggi yang penting untuk regenerasi sel. Mengonsumsi kerang secara rutin (dalam batas wajar) bisa membantu mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, perhatikan juga cara pengolahannya. Pastikan kerang dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari risiko bakteri atau logam berat yang mungkin terbawa dari habitat aslinya.
Keong Laut: Sumber Protein yang Tak Terduga
Keong laut mungkin bukan makanan populer di restoran modern, tapi di daerah pesisir seperti Lombok, Madura, dan Sulawesi, keong laut (atau bia, suso, dan balitong) sudah lama jadi menu tradisional yang bergizi tinggi.
Daging keong laut mengandung protein 16–18 gram per 100 gram, serta asam amino esensial yang baik untuk pembentukan otot. Selain itu, kandungan selenium dan zink di dalamnya membantu menjaga fungsi imun dan kesehatan kulit.
Beberapa penelitian lokal bahkan menunjukkan bahwa ekstrak keong laut punya potensi sebagai antioksidan alami dan bahan dasar suplemen kesehatan. Dengan olahan yang tepat, seperti ditumis pedas atau dimasak santan, keong laut bisa jadi alternatif sumber protein yang lezat sekaligus menyehatkan.
Teripang: Si “Timun Laut” yang Jadi Primadona di Dunia Medis
Teripang atau timun laut mungkin terdengar eksotis, tapi bahan laut satu ini sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan kini mulai dilirik dunia medis modern.
Teripang kaya akan kolagen alami, asam lemak omega-3, serta senyawa triterpenoid glycosides yang berfungsi sebagai antiinflamasi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak teripang bisa membantu mempercepat penyembuhan luka dan menjaga elastisitas kulit.
Indonesia, terutama wilayah perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu penghasil teripang terbaik di dunia. Sayangnya, eksploitasi berlebihan membuat beberapa jenisnya kini langka. Jadi, jika ingin mengonsumsinya, pastikan memilih produk dari sumber budidaya yang berkelanjutan.
Ikan Teri: Superfood Kecil dengan Gizi Besar
Meskipun sering dianggap lauk sederhana, ikan teri sesungguhnya adalah salah satu superfood laut Indonesia yang paling mudah didapat dan murah meriah.
Teri mengandung kalsium 500–600 mg per 100 gram, lebih tinggi dari segelas susu! Kandungan omega-3nya juga mendukung kesehatan jantung dan otak, sementara protein tinggi di dalamnya membantu pembentukan jaringan tubuh.
Yang membuat teri istimewa adalah cara konsumsinya yang fleksibel, bisa digoreng, dijadikan sambal, atau ditaburkan di atas nasi hangat. Tak heran kalau ikan kecil ini diam-diam jadi “pahlawan gizi” bagi masyarakat pesisir.
Superfood Laut Indonesia dan Masa Depan Pangan Berkelanjutan
Superfood laut Indonesia bukan hanya soal kesehatan tubuh, tapi juga kesehatan planet. Laut menyediakan sumber protein ramah lingkungan dengan jejak karbon yang jauh lebih kecil dibandingkan daging sapi atau ayam.
Mendorong konsumsi pangan laut lokal berarti ikut mendukung ekonomi nelayan kecil, kelestarian ekosistem laut, dan ketahanan pangan nasional. Ini bukan cuma tren sehat, tapi juga langkah konkret menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Saatnya Melirik Superfood dari Laut Sendiri
Daripada terus tergoda superfood impor yang mahal, kenapa tidak mulai dari laut kita sendiri?
Dari rumput laut hingga teri, dari kerang hingga keong, laut Indonesia punya segalanya untuk menyehatkan tubuh dan bumi sekaligus.
Jadi, di lain waktu kamu ke pasar ikan atau berkunjung ke daerah pesisir, coba tengok lebih dekat makanan laut yang jarang dibicarakan. Siapa tahu, di sanalah kamu menemukan rahasia sehat alami khas Nusantara.

