Konten dari Pengguna

Mencari Pemimpin Penyelamat PPP

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
20 Mei 2025 9:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mencari Pemimpin Penyelamat PPP
PPP dalam dua pemilu terakhir babak belur dan hancur lebur. PPP dianggap telah mati. Bagaimana cara menghidupkan PPP kembali?
Tony Rosyid
Tulisan dari Tony Rosyid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Foto: https://ppp.or.id/
zoom-in-whitePerbesar
Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Foto: https://ppp.or.id/
Di pemilu 2024, PPP ambruk. Perolehan suara kurang dari empat persen. Aturan di undang-undang pemilu No 7 Tahun 2017 Pasal 414 ayat (1) menegaskan bahwa partai yang perolehan suaranya kurang empat persen harus hengkang dari senayan. Tidak berhak untuk duduk di kursi DPR RI.
Pemilu 2024 menjadi pemilu paling nahas bagi PPP. Ini kali pertama PPP terlempar dari senayan sejak partai berlambang kakbah ini berdiri 5 Januari 1973.
Gagalnya PPP di pemilu 2024 sudah bisa diprediksi. Ketika PPP "mengkhianati konstituen", itu tanda partai yang dipimpin Suharso ini akan masuk jurang.
Bermula pada pilpres 2019. Konstituen PPP dukung Prabowo, tapi PPP mengusung Jokowi. Harusnya di pemilu 2019 PPP sudah kolaps. Ada "invisible hand" yang telah menyelamatkan PPP. Akhirnya, kursi PPP genap 19. Hampir tidak masuk senayan.
Pilpres 2024, PPP dukung Ganjar Pranowo. Konstituen maunya Anies Baswedan. Akibatnya, konstituen kecewa dan PPP hanya dapat kursi 12. PPP dapat suara 3,87 persen. Malang, PPP gak ketemu "invisible hand". Tak ada "dewa penolong" lagi. PDIP, koalisi PPP di pilpres 2024 tak lagi punya kekuasaan. Gak bisa apa-apa. Good bye PPP.
Agustus 2025, PPP akan mengadakan muktamar. Kali ini, muktamar tanpa anggota DPR RI. Berat? Pasti!
Kader PPP kompak: gak akan memilih ketua lama. Dianggap telah menjadi faktor kegagalan PPP masuk senayan. PPP harus dinakhodai oleh pemimpin baru. Siapa?
Ada sejumlah nama yang masuk bursa pencalonan ketum PPP. Ada calon internal, ada calon eksternal. Dari internal PPP, ada Arwani Tomafi, sekjen PPP. Nama Sandiaga Uno juga disebut. Dari eksternal, ada nama Agus Suparmanto, mantan menteri perdagangan era Jokowi dan Amran Sulaiman, Mentan Prabowo.
Yang dibutuhkan PPP saat ini adalah pemimpin yang mampu mengembalikan kepercayaan publik. PPP dalam dua pemilu terakhir babak belur dan hancur lebur. PPP dianggap telah mati. Bagaimana cara menghidupkan PPP kembali?
PPP butuh pemimpin yang punya kriteria: pertama, andal, dan sarat pengalaman. Kedua, punya kemampuan konsolidasi dan membuat elite PPP kompak dan solid. Ketiga, punya kemampuan mengakses logistik.
Jika pemimpin PPP terpilih nanti bukan orang yang memenuhi tiga kriteria ini, siap-siap bendera kuning dipasang, tanda PPP siap dikubur untuk selamanya
Siapa di antara calon yang muncul itu yang punya tiga kriteria tersebut?
Trending Now