Konten Media Partner

Belajar Kepemimpinan Bersama CEO Paragon: Pemimpin Itu Harus Nekat dan Gaul

3 Agustus 2022 22:08 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Belajar Kepemimpinan Bersama CEO Paragon: Pemimpin Itu Harus Nekat dan Gaul
Salman Subakat menyebut, Selain ekstra nekat, pemimpin juga harus ekstra gaul agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan merangkul generasi muda. #publisherstory
Tugu Malang
CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subkat memberikan pemaparan dalam kelas diskusi tentang kepemimpinan (M Sholeh)
zoom-in-whitePerbesar
CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subkat memberikan pemaparan dalam kelas diskusi tentang kepemimpinan (M Sholeh)
JAKARTA - CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat menegaskan, bahwa sosok pemimpin itu harus ekstra nekat dan ekstra gaul. Hal itu diungkapkan dalam sesi kelas diskusi tentang Leadership di Kantor Paragon, di daerah Kampung Baru, Jakarta (3/8/2022).
Kelas leadership ini diikuti berbagai kalangan dan lintas komunitas. Salah satunya tim Tugu Media Group dari Malang dan Bogor. Mereka adalah CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, General Manager tugumalang.id Fajrus Sidiq, General Manager tugujatim.id Bayu Eka, Wartawan Tugumalang.id Mokhammad Sholeh dan Redaktur Pelaksana tugujatim.id Savero Karamiveta Dwipayana.
Salman, Bos raksasa kosmetik Indonesia yang membawahi Wardah, Kahf, Make Over, Biodef, Putri, Labore, Instaperfect, Crystallure, dan Tavi itu mengungkapkan bahwa sosok pemimpin harus ekstra nekat dalam menciptakan terobosan baru. Dengan demikian, hal hal inovatif akan bermunculan.
Selain ekstra nekat, pemimpin juga harus ekstra gaul agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan merangkul generasi muda. Hal itu menuturkan akan memperkuat nilai kekeluargaan antar pemimpin dan timnya.
"Pemimpin itu harus bisa melakukan sesuatu yang baru. Jadi pemimpin harus ekstra nekat, ekstra gaul," ucapnya.
CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subkat. foto/ M Sholeh
Dia juga mengungkapkan konsep membentuk sosok pemimpin yang ideal. Mulai amanah, cerdas, disiplin, pekerja keras hingga mampu memberikan gebrakan.
"Leader juga harus mampu menciptakan suasana yang menyejukkan. Itu aspek spiritual. Leadership itu perlu dikerjakan, dirasakan dan dimaknai," jelasnya.
"Sebenarnya setiap orang merupakan pemimpin untuk dirinya sendiri," imbuhnya.
Suasana diskusi kepemimpinan. foto/ M Sholeh
Dalam mengembangkan usaha, seorang pemimpin juga harus mampu mengelola tenaga SDM dan keuangan dengan baik.
"Dalam mengembangkan usaha baru, kita harus menghargai konsumen. Kita harus peduli sama konsumen. Jika kita ramah dan iklas memberikan pelayanan yang baik, konsumen akan terkesan," katanya.
Dalam menyampaikan diskusi tersebut, Salman membawa dengan intraktif, gayeng, tidak menggurui, dan mengajak peserta untuk berpikir.
Dia mencontohkan sebuah warung yang dibangun dengan minim, tapi dipimpin dengan sebuah ketulusan. Warung tersebut, hampir bisa dipastikan akan jauh lebih berkembang, daripada dengan warung yang dibangun tanpa ketulusan hati, dan hanya bermodalkan modal.
"Andai warung yang penuh ketulusan itu terbakar, maka mungkin hanya dalam dua tahun, bisa menyalip warung yang hanya berkekuatan modal. Karena warung dengan ketulusan itu berjalan konsisten merawat pelanggan, tidak tengok sana sini, ikhlas, nilai nilai baik itu semualah yang disebut kepemimpinan," katanya.
CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat (tiga dari kanan) foto bersama tim Tugu Media Group. Salman mengenakan kaos oleh-oleh dari Malang yang bertuliskan Paragon Corp Kipa Ilakes (dok)
Salman juga mengajukan pertanyaan kepada para peserta, dalam berbisnis, lebih penting mana uang atau orang."Intinya bisnis itu ya dua itu, uang dan orang. Orang bisa menghasilkan uang, tapi uang tidak bisa membeli orang, jadi orang lebih penting," katanya.
Dalam kesempatan ini, Salman juga meminta peserta untuk menjelaskan 'aha momen' dalam pelatihan ini. Salah satunya yang menjawab adalah CEO Tugu Media Group Irham Thoriq.
"Yang penjelasan soal warung tadi, relate banget dengan kita. Yakni, membangun Tugu Media dibangun dari nol, dan penuh dengan ketulusan," kata Thoriq.
"Nah, ini jawaban gak tertebak, keren. Jadi memang jadi pemimpin tidak boleh sok tahu," kata Salman.
Trending Now