Konten Media Partner
DPC PKB Kabupaten Malang Beberkan Penyebab Lathifah 'Tikung' dr Umar
17 Agustus 2020 15:43 WIB

Konten Media Partner
DPC PKB Kabupaten Malang Beberkan Penyebab Lathifah 'Tikung' dr Umar
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad, menjelaskan penyebab dr Umar gagal maju Pilkada. #publisherstoryTugu Malang

MALANG - Sempat digembar-gemborkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal mengusung dr Umar Usman dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. Namun nyatanya, surat rekomendasi telah resmi diturunkan pada Lathifah Shohib.
Padahal, banner di jalan-jalan protokol Kabupaten Malang sudah banyak terpasang jika dr Umar bakal diusung PKB.
Bahkan, beberapa kali diwawancarai, dr Umar begitu optimistis jika surat rekomendasi bakal turun padanya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad, mengatakan jika penyebab dr Umar gagal maju akibat proses konsolidasinya lama.
"Kemarin memang dr Umar diberikan surat mandat. Namun, setelah diberikan waktu (konsolidasi) sampai tanggal 10 (Juli 2020) ternyata belum begitu menunjukan (progres) signifikan," ungkap Ali, beberapa waktu lalu.
Sehingga, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB tidak bisa memberikan waktu lebih lama lagi. "Dan karena dari DPP waktunya sangat pendek, maka diperlukan keputusan yang harus segera dipilih," bebernya.
PKB juga membutuhkan sosok dengan background pendidikan, bukan sosok dengan background kedokteran seperti dr Umar yang juga Direktur RSUD Kota Malang.
"Bu Lathifah datang dengan membawa banyak program pendidikan, dimana saat ini Kabupaten Malang sangat haus dengan program-program pendidikan di tengah pandemi ini," terangnya.
"Bu Lathifah ada solusi problem pendidikan dan menjadi harapan bagi wali murid di Kabupaten Malang," sambungnya.
Dia mengatakan, Lathifah juga dianggap sosok yang cukup paham dengan kondisi di Kabupaten Malang. "Bu Lathifah cukup paham dengan Kabupaten Malang karena dia di pendidikan dan 2 periode di DPR RI itu bukan melulu di Komisi X saja," jelasnya.
Terakhir, kerabat Presiden Indonesia ke-3 ini dianggap paling mampu melawan petahana. "Maka dari itu salah satu yang bisa mengalahkan incumbent adalah Bu Lathifah, karena waktu Pilleg kemarin sudah cukup merata suaranya," pungkasnya.
