Konten Media Partner
Masker Scuba Tak Efektif, Wali Kota Malang Beri Alternatif
29 September 2020 14:25 WIB

Konten Media Partner
Masker Scuba Tak Efektif, Wali Kota Malang Beri Alternatif
Wali Kota Malang, Sutiaji, memberikan opsi alternatif pemakaian masker. #publisherstoryTugu Malang

MALANG - Berdasarkan kajian sains, masker scuba dan buff dinilai tak efektif menangkal Corona Virus Desease (COVID-19). Sejumlah pejabat dan ahli tidak merekomendasikan penggunaan masker jenis ini.
Sementara, masyarakat sudah banyak yang terlanjur membeli masker scuba dibanding membeli masker bedah (khusus tenaga medis). Selain harganya yang murah, masker scuba dirasa nyaman pakai karena bahan yang cenderung tipis dan lentur. Juga masih bisa dicuci alias tidak sekali pakai.
Tak perlu khawatir, Wali Kota Malang, Sutiaji, memberikan opsi alternatif dengan memakai masker jenis kain, tapi harus ditambah setidaknya 2-3 lapis.
"Bagi masyarakat yang sudah terlanjur punya (masker scuba), tidak usah dibuang. Kalau pakai dirangkepi (double) saja," terang Sutiaji, pada Selasa (29/9/2020).
Kendati kajian ini sudah menasional, namun hingga saat ini belum ada regulasi khusus terkait penggunaan jenis masker, terlebih di Kota Malang.
Hal ini, kata dia, masih menjadi perdebatan dalam konteks sains. ''Kita masih menunggu anjuran (penggunaan masker scuba). Semua masih perdebatan. Sampai saat ini memang belum ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut,'' ujarnya.
Terlepas dari itu semua, hingga saat ini pihaknya tetap fokus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menggunakan masker. Salah satunya dengan penggalakan Operasi Yustisi.
''Dengan begitu, harapannya angka penularan bisa berkurang. Hanya dengan menggunakan masker bisa membantu mengurangi laju penyebaran virus hingga 50 persen,'' pungkasnya.
Sebagai informasi, data angka kasus COVID-19 di Kota Malang per 28 September tercatat ada 1.770 kasus konfirmasi positif. 170 orang diantaranya meninggal dunia, 170 orang dalam perawatan, dan 1.430 orang dinyatakan sembuh.
