Konten Media Partner

3 Polisi Diperiksa Propam Terkait Penembakan yang Tewaskan Pria di OKU

29 Oktober 2025 14:07 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
3 Polisi Diperiksa Propam Terkait Penembakan yang Tewaskan Pria di OKU
Penembakan di OKU tewaskan pria diduga alami gangguan jiwa. Tiga polisi diperiksa Propam untuk cek prosedur. Polisi pastikan proses berjalan transparan. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Suasana penembakan yang terjadi di Kelurahan Kemelak, Baturaja Timur, OKU. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana penembakan yang terjadi di Kelurahan Kemelak, Baturaja Timur, OKU. Foto : Istimewa
Tiga anggota polisi yang terlibat dalam proses penembakan terhadap pria yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) kini tengah diperiksa Propam Polda Sumsel untuk memastikan prosedur penegakan hukum dijalankan sesuai aturan.
Pria berinisial Padli (29), warga Kelurahan Kemelak, Baturaja Timur, meregang nyawa usai diduga melakukan perlawanan ketika hendak diamankan terkait aksi pengerusakan dua pos polisi lalu lintas di Jalan Ahmad Yani. Insiden penembakan tersebut sempat memicu polemik, apalagi keluarga korban mengklaim Padli mengalami gangguan kejiwaan.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menjelaskan, tim Satreskrim telah memberikan enam kali tembakan peringatan sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas terukur karena Padli dinilai mengancam keselamatan petugas.
β€œDalam kondisi terdesak dan pelaku mengejar anggota, tindakan tegas dilakukan dan mengenai bagian perut serta bahu,” ujar Endro dalam konferensi pers, Rabu (29/10/2025).
Meski menegaskan tindakan anggota dilakukan dalam kondisi terpaksa, Endro memastikan transparansi. Tiga personel yang terlibat langsung diamankan di tempat khusus untuk pemeriksaan mendalam.
β€œMulai malam ini mereka kami amankan. Besok Propam Polda Sumsel turun memastikan seluruh tindakan sesuai prosedur,” tegasnya.
Terkait dugaan kondisi kejiwaan korban, polisi belum dapat memastikan kebenarannya. Pihak keluarga menyampaikan klaim tersebut, namun kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman lebih lanjut.
β€œFokus kami selain penegakan hukum, juga memastikan internal kami diawasi dan proses ini transparan,” tambah Endro.
Trending Now