Konten Media Partner
9 Tokoh di Sumsel Raih Penghargaan Profesor Mahyuddin Award 2025
16 September 2025 13:41 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
9 Tokoh di Sumsel Raih Penghargaan Profesor Mahyuddin Award 2025
9 tokoh di Sumsel meraih penghargaan Profesor Mahyuddin Award (PMA) tahun 2025 karena dinilai inspiratif dan berintegritas. #publisherstory #urbanidUrban Id

Profesor Mahyuddin Institute menyelenggarakan malam puncak anugrah Profesor Mahyuddin Award (PMA) tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang inspiratif serta berintegritas di Sumsel di Ballroom The Zuri Hotel, Minggu malam, 14 September 2025.
Kegiatan ini tak sekadar seremoni penghargaan, namun menjadi momen penuh makna dalam mengenang sosok almarhum Prof. Mahyuddin Mahyuddin, tokoh pendidikan dan intelektual yang dikenal karena integritas, keteladanan, serta komitmennya terhadap nilai-nilai kebaikan dan kejujuran.
Setidaknya ada 9 tokoh dari masing-masing kategori yang mendapatkan penghargaan Profesor Mahyuddin Award 2025 ini. Mereka yang terpilih dinilai memiliki dedikasi, ketulusan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Yakni; kategori tenaga Kesehatan diraih Prof dr Ali Ganie Sp PD KKV, Finasim, kategori dosen di raih Syamsuryadi SSi Mkom Ph.D., kategori guru diraih Iswan Djati Kusuma Spd Msi, kategori ASN Pemerintahan diraih Joni Awaludin SE MT MA, kategori pengusaha UMKM diraih Ardiansyah.
Lalu kategori wartawan di raih Drs H Maspriel Aries, kategori relawan sosial di raih Agus Mulyono, kategori ustaz/ustazah diraih Hj Zuwairiyah Tholib dan kategori seniman di raih Kgs Abdul Wahab (Wak Pet).
Ketua Profesor Mahyuddin Institute, Yudha Pratomo Mahyuddin, MSc, Ph.D, mengatakan penghargaan ini bukanlah tentang popularitas, kekuasaan, atau pencapaian karier semata.
Lebih dari itu, Profesor Mahyuddin Award adalah bentuk penghormatan kepada nilai-nilai hidup yang diwariskan oleh almarhum Prof. Mahyuddin yakni kejujuran, keteguhan prinsip, amanah, kesederhanaan, dan kasih sayang dalam keluarga serta masyarakat.
βIni adalah award untuk orang-orang baik, bukan hanya karena prestasi atau lama bekerja. Tapi mereka yang menjalankan peran masing-masing dengan hati, dengan lurus, jujur, dan penuh dedikasi,β kata Yudha.
Menurutnya, penghargaan ini murni diberikan atas dasar kontribusi nyata, bukan karena jabatan, pengaruh politik, atau kekuatan media.
Tanggal pelaksanaan penghargaan ini menurutnya juga dipilih dengan penuh makna: 14 September adalah hari kelahiran almarhum Prof. Mahyuddin, yang tahun ini genap berusia 78 tahun-seandainya masih hidup.
Ia wafat pada 8 April 2021, dan sejak saat itu, keluarga besar Mahyuddin berkomitmen untuk tidak hanya mengenang lewat doa dan ziarah, tapi juga lewat cara yang lebih berdampak bagi masyarakat luas.
βKami ingin nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh beliau tetap hidup. Kami tidak hanya ingin mengenang, tapi melestarikan. Inilah wujud nyata dari rasa cinta kami kepada ayah kami tercinta,β kata Yudha.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak orang yang meragukan niat di balik penghargaan ini saat pertama kali digelar tahun lalu. Ada yang menilai acara ini sebagai agenda politik terselubung.
βIni bukan politik. Ini adalah persembahan keluarga kami untuk masyarakat. Tidak ada kepentingan apa-apa di sini selain meneruskan nilai-nilai mulia dari seorang ayah yang kami cintai dan masyarakat hormati,β jelas Yudha.
