Konten Media Partner

Ada Unjuk Rasa, SD-SMP di Palembang Belajar Online pada 1 September 2025

31 Agustus 2025 19:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Ada Unjuk Rasa, SD-SMP di Palembang Belajar Online pada 1 September 2025
Siswa SD-SMP di Kota Palembang belajar online mulai 1 September - 2 September 2025. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Ilustrasi siswa yang melakukan pembelajaran secara daring akibat aksi anarkis di Kota Palembang/Dokumen Kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa yang melakukan pembelajaran secara daring akibat aksi anarkis di Kota Palembang/Dokumen Kumparan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mengumumkan penerapan pembelajaran secara online mulai Senin, 1 September hingga 2 September 2025 untuk SD-SMP. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi keamanan kota yang belum sepenuhnya kondusif.
Perkiraan pembelajaran daring tersebut saat ini belum diketahui sampai kapan, namun hal ini merupakan bentuk penjagaan terhadap siswa yang bersekolah.
Keputusan ini muncul setelah aksi anarkis pada Minggu 31 Agustus 2025 dini hari sekitar pukul 02.35 WIB. Massa yang diduga dari geng motor melakukan serangan di kawasan Simpang DPRD Palembang hingga Jalan Radial dan Kantor Ditlantas Polda Sumsel. Aksi tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak, pos polisi terbakar, dan beberapa unit mobil patroli hangus dilalap api.
Kepala Disdik Palembang, Adrianus Amri, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan surat edaran resmi untuk sekolah-sekolah.
โ€œIya, nanti kita terapkan sistem daring. Edarannya sedang diproses sebagai imbauan karena situasi saat ini kurang kondusif,โ€ ujar Adrianus.
Selain akibat peristiwa dini hari tadi, kebijakan belajar dari rumah juga diberlakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada aksi demonstrasi mahasiswa yang akan digelar pada Senin, 1 September mendatang.
Informasi yang beredar menyebutkan, sekitar 2.500 mahasiswa diperkirakan turun ke jalan dengan mobil komando, pengeras suara, dan spanduk tuntutan. Mereka akan menyuarakan empat poin utama, yaitu:
1. Menolak realisasi tunjangan anggota DPR
2. Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset
3. Menuntut revisi UU Pemilu
4. Mengevaluasi kinerja lembaga legislatif
Trending Now