Konten Media Partner
Ambil Mangga yang Jatuh di Halamannya, Ibu di Palembang Dianiaya Tetangga
10 Desember 2025 21:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Ambil Mangga yang Jatuh di Halamannya, Ibu di Palembang Dianiaya Tetangga
Ibu di Palembang dianiaya tetangga hingga luka parah hanya karena mengambil mangga jatuh. Kasus kekerasan ini kini ditangani Satreskrim Polrestabes Palembang. #publisherstory #urbanidUrban Id

Perselisihan kecil antarwarga di kawasan Plaju Darat, Palembang, berubah menjadi insiden kekerasan serius. Seorang ibu rumah tangga bernama Dahlia (43) harus menjalani perawatan setelah mengalami luka di kepala, patah gigi, serta memar di sejumlah bagian tubuh akibat dianiaya pasangan suami istri yang masih bertetangga dengannya.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, di area belakang rumah korban. Keributan dipicu oleh buah mangga milik terlapor yang jatuh ke pekarangan Dahlia, yang kemudian berujung cekcok.
Supriyadi, suami korban, mengatakan ia mendengar teriakan istrinya dari belakang rumah dan langsung berlari ke lokasi. Ia terkejut ketika mendapati Dahlia tengah dikeroyok oleh dua tetangganya berinisial NC dan SH.
βNC memukul kepala istri saya dengan batu, sementara SH menarik rambut dan memukul wajahnya. Saya langsung melerai. Tapi NC justru menantang saya,β ujar Supriyadi di SPKT Polrestabes Palembang.
Dahlia yang masih lemah saat memberikan keterangan mengatakan bahwa sebelum dianiaya, ia dilecehkan dan dihina oleh NC ketika mencoba mendekati buah mangga yang jatuh tersebut.
βDia meludahi wajah saya dan memanggil istrinya. Lalu mereka memukuli saya bersama-sama,β ungkap Dahlia.
Akibat penganiayaan tersebut, Dahlia mengalami luka robek di kepala dan patah gigi bawah, serta trauma atas kejadian yang menimpa dirinya.
Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan antarwarga yang dipicu masalah sepele di kawasan permukiman padat. Beberapa warga yang mengetahui kejadian mengaku resah karena pertengkaran ringan kini sering berubah menjadi tindakan brutal.
βMasalah kecil jadi besar. Kami takut kalau kejadian seperti ini terulang,β kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwin, membenarkan laporan tersebut telah masuk dan sedang diproses.
βLaporan sudah diterima dan telah diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti,β ujarnya.
