Konten Media Partner

Bupati Muratara Siapkan Saksi Ruqyah Bagi Siswa yang Terlibat Tindak Kekerasan

9 Desember 2025 14:41 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bupati Muratara Siapkan Saksi Ruqyah Bagi Siswa yang Terlibat Tindak Kekerasan
Bupati Muratara terapkan sanksi sosial dan ruqyah bagi siswa terlibat perundungan. Langkah tegas ini diambil untuk cegah kekerasan dan tanamkan pendidikan adab. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Video saat kedua siswi SMP di Muratara saat berkelahi. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Video saat kedua siswi SMP di Muratara saat berkelahi. Foto : Istimewa
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), Devi Suhartoni, bereaksi keras setelah video perundungan siswi SMP di wilayahnya viral dan memicu kecaman publik. Namun respons Devi tak berhenti pada kecamanβ€”ia justru mengambil langkah tak biasa dengan menggabungkan pendidikan adab, peran tokoh agama, hingga sanksi sosial yang terbilang unik.
Devi menilai kasus perundungan ini adalah cermin minimnya pendampingan dari orangtua di rumah. Ia menegaskan bahwa pendidikan formal tak mampu menutup celah perilaku bila anak tidak mendapat arahan sejak kecil.
β€œDi rumah tolong nasehati anak-anak jangan balago di sekolah. Ajarin empati, sabar, jangan gampang viral-viralkan,” tegas Devi melalui akun media sosialnya, Selasa (9/12).
Berbeda dari pendekatan biasanya, Devi justru menggerakkan langsung para tokoh agama untuk masuk ke sekolah-sekolah. Ia menilai pendidikan akhlak harus kembali ditanamkan secara serius.
β€œSaya sudah minta tokoh agama mengajari adab dan empati di sekolah. Anak-anak butuh pembimbingan moral, bukan hanya teori,” ujarnya.
Devi juga mengumumkan sederet sanksi sosial untuk seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku, penyebar video, hingga korban.
Sanksinya yakni, menyapu halaman sekolah selama empat hari, menyapu masjid selama empat bulan, memungut sampah di pasar, membawa bunga ke sekolah membaca Yasin sebanyak 100 kali sambil duduk berhadapan antara pelaku dan korban
"Jika tetap berkonflik,nakan melibatkan kyai untuk melakukan ruqyah, sebagai bentuk pendekatan spiritual,"kata dia.
Dalam situasi tak berdaya, korban dipukul berkali-kali, menendang, dan diinjak pelaku hingga menarik rambut. Perundungan itu ironisnya disaksikan tiga siswi lain yang hanya berdiri tegak. Tiga saksi beralasan ketakutan turut terlibat. Hal ini dibuktikan dengan ucapan salah satu dari mereka saat kejadian berlangsung. "Agek aku pulo keno salah,' (nanti saya juga yang disalahkan)," kata teman pelaku. Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum membenarkan peristiwa itu. Polisi telah mengetahui lokasi kejadian, termasuk pemeran dalam video viral.
"Benar, kejadiannya di Muratara, lokasinya sudah diketahui, tapi nanti akan disampaikan," ungkap Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum, Senin (8/13).
Wakil Kesiswaan SMP Negeri 1 Muara Rupit Hasan Azhari mengakui salah satu pemeran dalam video adalah siswinya. Sementara beberapa siswi lain bersekolah di SMP Negeri 2 Muara Rupit.
Hasan menyebut perkelahian itu dikabarkan masalah saling ejek di media sosial. Namun kejadiannya terjadi bukan pada saat jam belajar dan di lingkungan sekolah.
"Infonya karena saling ejek di HP. Kejadiannya Sabtu (6/12) kemarin, bukan di sekolah," kata Hasan.
Trending Now