Konten Media Partner

Cerita Sejarawan Palembang Mengenai Anak Sungai Musi yang Terus Berkurang

26 Oktober 2025 21:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Cerita Sejarawan Palembang Mengenai Anak Sungai Musi yang Terus Berkurang
Kota Palembang terkenal dengan julukan sebagai Kota Air karena sejarahnya yang erat dengan sungai dan rawa. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Peluncuran Zine Darihulu di Sungai Jeramba Karang, Palembang/Anyelir.
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Zine Darihulu di Sungai Jeramba Karang, Palembang/Anyelir.
Kota Palembang terkenal dengan julukan sebagai Kota Air karena sejarahnya yang erat dengan sungai dan rawa.
Namun, keadaan saat ini berbeda. Sungai yang mengalir di atas rumah-rumah kayu khas Palembang telah menjadi daratan perumahan masyarakat, taman kota hingga gedung-gedung besar.
Robby Sunata, salah satu penggiat sejarah yang tergabung di komunitas Sahabat Cagar Budaya, menjelaskan bahwa di era penjajahan Belanda, banyak sekali sungai yang akhirnya hilang karena pembangunan.
"Terhitung saat era kolonialisme Belanda di tahun 1890-an ada 700 sungai yang merupakan anakan Sungai Musi. Sekarang sungai kita hanya terhitung 90 sungai. Pada era Belanda, memengaruhi juga penurunan angka tersebut," katanya.
Aspek perdagangan pada era itu memengaruhi luasan daratan yang dibangun oleh pihak Belanda. Alhasil, peradaban Kota Palembang meluas.
"Dulu Palembang ini dipenuhi oleh rawa. Karena dimungkinkan banyak komoditas yang jatuh ke sungai, alhasil Belanda membangun daratan untuk akses perdagangan. Makanya mulai berkurang anakan sungai di Palembang," jelas Robby.
Kemudian, persolan membuang sampah di sungai juga dijelaskannya. Menurut temuannya, dari dulu tidak ada regulasi pasti tentang menjaga kelestarian sungai di Palembang.
"Kami belum menemukan regulasi terkait menjaga kelestarian sungai. Di zaman dahulu masyarakat lokal Palembang memang seringkali membuang sampah di sungai, namun sampah yang mereka buang itu sampah organik," tambahnya.
Namun, di saat sekarang ini masyarakat harusnya lebih sadar mengenai pentingnya tidak membuang sampah ke sungai yang mana juga berbahaya untuk kesehatan dan juga menjadi citra buruk Kota Palembang.
Dalam pembahasan mengenai sungai di Palembang, Zine Darihulu Volume 2 akan membahas lebih banyak lagi mengenai itu. Zine ini bisa didapatkan di Palembang HARUM, Jalan Merdeka, Kota Palembang.
Trending Now