Konten Media Partner

Dinkes Sumsel Minta Pemkab Muba Kawal Kasus Intimidasi Dokter Syahpri

13 Agustus 2025 19:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Dinkes Sumsel Minta Pemkab Muba Kawal Kasus Intimidasi Dokter Syahpri
Dinkes Sumsel meminta Pemkab Muba mengawal proses hukum kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Syahpridi RSUD Sekayu meski sudah damai. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Kepala Dinkes Sumatera Selatan (Sumsel), dr. Trisnawarman. Foto : Abdul Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinkes Sumatera Selatan (Sumsel), dr. Trisnawarman. Foto : Abdul Toriq/Urban Id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel meminta Pemkab Muba mengawal proses hukum kasus dugaan intimidasi terhadap dokter (dr) Syahpri Putra Wangsa di RSUD Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Meski pihak korban dan keluarga pasien disebut telah berdamai.
Kepala Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir tindakan intimidasi dalam bentuk apa pun, termasuk terhadap tenaga kesehatan.
โ€œSudah kita tindak lanjuti. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Tidak boleh intimidasi terjadi di negara kita, apalagi terhadap dokter,โ€ ujarnya, Rabu (13/8).
Menurut Trisnawarman, pihaknya telah menerima informasi bahwa korban bersama pihak RSUD, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinkes, dan tenaga profesi lainnya telah mendatangi Polres Muba untuk membuat laporan resmi.
Isi surat Dinkes Sumsel untuk Dinkes Muba untuk melakukan pendalaman kasus. Foto : Istimewa
Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Sumsel telah mengirimkan surat kepada Dinkes Muba untuk melakukan pendalaman kasus. Surat tersebut memuat lima poin yang harus dilaporkan, yaitu identitas dokter yang terlibat, tempat praktik, kronologis singkat kejadian, kondisi terkini pasien dan tenaga medis, serta upaya penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit dan Dinkes Kabupaten.
โ€œKami meminta proses (hukum) harus tetap dikawal Pemkab Muba,"kata dia.
Kasus ini bermula dari video viral yang memperlihatkan dr. Syahpri diintimidasi keluarga pasien di ruang ICU VIP RSUD Sekayu. Peristiwa tersebut menuai kecaman luas dari publik dan komunitas medis.
Ketegangan memuncak ketika salah satu pria terlihat memegang bagian belakang leher dokter dan memaksa melepas masker. Keduanya juga mempertanyakan identitas dokter serta menuntut penjelasan terkait kondisi pasien yang mereka sebut sebagai ibu.
Dalam video, terdengar salah satu pria melontarkan keluhan soal pelayanan rumah sakit yang dinilai lambat. Ia menyebut telah menyewa ruang VVIP, namun merasa penanganan medis yang diberikan tidak memuaskan.
โ€œIbu saya ini setiap hari disuruh tunggu dahak, dikit-dikit tunggu dahak, hasil rontgen dia bilang, hasil rontgen, kita sewa ruangan VVIP ini untuk pelayanan,โ€ ucap pria tersebut sembari merekam sang dokter.
Sementara itu, dr Syahpri Putra Wangsa mengaku, dirinya sudah melaksanakan pelayanan sesuai prosedur dan memberikan pelayanan terbaik.
"Pada kejadian tersebut saya dipaksa untuk membuka masker, tetapi di dalam ruangan perawatan tersebut tidak diperbolehkan," ucapnya.
Dengan kejadian ini dirinya pun membuat laporan di SPKT Polres Muba didampingi Direktur RSUD Sekayu, IDI Muba, dan Dinkes Muba dan laporan sudah masuk dan proses hukum kini berjalan di bawah penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muba.
"Sudah dilaporkan kita menunggu proses saja,"kata dia.
Trending Now