Konten Media Partner

Gubernur Sumsel Desak Regulasi Peran Aktif Perusahaan Atas Karhutla

24 Mei 2025 21:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Gubernur Sumsel Desak Regulasi Peran Aktif Perusahaan Atas Karhutla
Gubernur Sumsel meminta perusahaan pemegang konsesi termasuk anggota GAPKI, berkontribusi aktif mencegah karhutla. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutan di konsolidasi kesiapsiagaan personel dan peralatan pengendalian karhutla di Palembang. Foto : Humas Pemprov Sumsel
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutan di konsolidasi kesiapsiagaan personel dan peralatan pengendalian karhutla di Palembang. Foto : Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengungkapkan wilayah Sumsel memiliki lahan gambut seluas 1,4 juta hektare, yang tersebar di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin. Dengan luas tersebut, Sumsel menjadi salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
"Di OKI saja, luas lahan gambut mencapai 500 ribuan hektare. Potensi terjadinya karhutla sangat tinggi," ujar Deru saat menghadiri konsolidasi kesiapsiagaan personel dan peralatan pengendalian karhutla di Palembang, Sabtu (24/5).
Herman Deru meminta perusahaan pemegang konsesi di Sumsel, termasuk anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), berkontribusi aktif dalam melindungi lahan konsesi dari ancaman kebakaran.
โ€œPerusahaan harus membantu proteksi lahan, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti lahan terbengkalai. Kami juga mendorong GAPKI untuk mengambil peran lebih besar dalam pencegahan karhutla,โ€ tegasnya.
Deru mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengeluarkan regulasi yang tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memberikan pembinaan kepada masyarakat dan perusahaan.
โ€œAncaman hukum penting, tetapi pembinaan juga harus menjadi prioritas agar masyarakat dan perusahaan lebih teredukasi dalam pengelolaan lahan,โ€ ungkapnya.
Gubernur juga mengangkat isu pembakaran lahan tebu pasca-panen, yang dinilai lebih efisien secara biaya dibandingkan metode lainnya. Hal ini penting mengingat peran Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional, berada di peringkat kelima setelah sebelumnya di posisi delapan.
โ€œSebagai penyangga ketahanan pangan nasional, kita harus realistis dalam menghadapi kendala di lapangan, termasuk pengelolaan lahan pasca-panen tebu,โ€ ujarnya.
Selain lahan gambut, Deru menyoroti ancaman karhutla yang bersumber dari lahan minerba yang tidak dikelola secara resmi. Ia meminta perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap sektor ini.
โ€œBukan hanya lahan gambut, lahan minerba juga berkontribusi terhadap ancaman kebakaran. Saya berharap pemerintah turut memberikan konsentrasi pada sektor ini di Sumsel,โ€ tambahnya.
Trending Now