Konten Media Partner

Gubernur Sumsel Sebut Pengisian Biosolar di SPBU Siang Hari Tetap Jalan

21 November 2025 14:14 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Gubernur Sumsel Sebut Pengisian Biosolar di SPBU Siang Hari Tetap Jalan
Gubernur Sumsel pastikan pengisian biosolar siang hari tetap ada, hanya dipindah ke pinggir kota untuk cegah macet. Kuota solar tidak dikurangi dan layanan tetap lancar. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (21/11/2025). Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (21/11/2025). Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
Gubernur Sumsel Herman Deru meluruskan keluhan sejumlah sopir truk terkait aturan pembatasan pengisian biosolar di dalam kota yang membuat para sopir harus menunggu hingga larut malam, meski paginya harus bekerja lagi.
Herman Deru menegaskan pengisian siang hari tidak dihapus, melainkan dipindahkan ke ruas jalan pinggir kota untuk mengurai kemacetan di pusat kota Palembang.
β€œSiang hari bukan ditiadakan. Ada, tapi dipindahkan ke pinggir kota. Untuk dalam kota, pengisian solar dilakukan malam hari. Ini agar traffic tidak terganggu,” jelasnya.
Herman Deru menyebut kebijakan penataan titik layanan biosolar merupakan hasil uji lapangan oleh tim gabungan yang melibatkan Ditlantas Polda Sumsel dan Dinas Perhubungan, bukan keputusan sepihak Pemprov.
β€œPusat kota clear, dan beberapa ruas sudah clear. Meski belum sempurna, spot pelayanan solar subsidi itu akan dibuat proporsional mungkin. Ini hasil uji kebutuhan oleh Dirlantas dan Dishub,” ujar Deru, Jumat, (21/11/2025).
Menurutnya, pemindahan titik layanan pada siang hari dilakukan karena biosolar banyak digunakan kendaraan besar seperti truk dan angkutan niaga, yang selama ini menumpuk di SPBU dalam kota hingga menimbulkan antrean panjang dan kemacetan serius.
β€œSolar subsidi itu tempat pelayanannya untuk mobil umum dan truk ukuran besar, jadi diarahkan ke ruas pinggir kota Palembang. Lalu lintas sudah jauh lebih clear,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Ditlantas dan Dishub menilai jam 22.00 WIB sebagai waktu paling ideal, karena volume lalu lintas menurun drastis sehingga pengisian dapat lebih lancar dan aman.
β€œKalau jam 22.00 WIB ke atas, traffic pengguna jalan berkurang dan mereka tetap bisa menikmati solar subsidi,” katanya.
Tak hanya itu, dirinya juga menegaskan tidak ada pengurangan kuota solar di Sumsel. Bahkan ia mengaku sudah meminta peningkatan alokasi kepada SKK Migas.
β€œKuota solar tidak dikurangi. Saya minta dua kali lipat yakni 1,2 juta, dari realisasi kurang lebih 600 kiloliter pertahun. Tapi mereka tetap mempertimbangkan proporsi,” katanya.
Trending Now