Konten Media Partner

Guru PPPK di OKU Merupakan Sosok Pengajar Berprestasi

20 November 2025 14:51 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Guru PPPK di OKU Merupakan Sosok Pengajar Berprestasi
Guru PPPK OKU, Sayidatul Fitriyah, ditemukan tewas terikat di kos. Sosok berprestasi itu diduga dibunuh. Polisi selidiki motif karena tak ada barang hilang. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock
Suasana duka menyelimuti SMP Negeri 46 Ogan Komering Ulu (OKU) setelah salah satu guru muda mereka, Sayidatul Fitriyah (27), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar kos yang ia tempati. Kepala SMPN 46 OKU, Nuraisyah, menjadi salah satu orang pertama yang mengetahui kabar tersebut dan mengaku kehilangan sosok guru yang baru memulai masa pengabdiannya.
“Kami sangat berduka. Beliau guru yang rajin, pendiam, dan punya semangat mengajar yang besar. Kehilangan ini begitu berat bagi kami,” ujar Nuraisyah dengan suara bergetar, Rabu (19/11/2025).
Nuraisyah menjelaskan, Sayidatul sebenarnya diterima sebagai guru TIK, namun karena formasi sudah terisi, ia mengajar Bahasa Inggris di SMP Negeri 46 Dusun Air Itam. Meski baru bertugas, korban disebut cepat beradaptasi dan menunjukkan profesionalisme dalam pekerjaan.
“Beliau baru lulus PPPK dan langsung mengajar. Tidak pernah ada masalah, sangat kooperatif,” sambungnya.
Bahkan dirinya menyebutkan, korban sempat diproyeksikan menjadi salah satu guru andalan pada tahun ajaran mendatang.
“Beliau punya masa depan panjang. Belum sempat mengabdikan diri sepenuhnya, sudah pergi dengan cara tragis seperti ini,” ucap Nuraisyah lirih.
Duka sekolah tidak hanya datang dari kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, juga langsung menuju lokasi untuk memastikan pendampingan penuh bagi keluarga korban.
“Kondisi korban sangat memprihatinkan. Kami mengutuk keras kejadian ini,” tegasnya.
Kadarisman mengaku mendapatkan laporan menjelang waktu Magrib dan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta pihak sekolah.
Polres OKI kini melakukan penyelidikan intensif. Menurut Kasubsi Penmas Polres OKI, Ipda Chandra, kondisi korban mengarah kuat pada tindak pembunuhan.
Korban ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, serta diduga mulut dan hidungnya ditutup kain, menyebabkan sumbatan saluran pernapasan.
Polisi menyita sejumlah barang dari kamar kos, termasuk sarung tangan kain, tali karet, handuk kecil, hingga ponsel korban. Semua barang berharga seperti motor, laptop, dan uang masih utuh, menandakan pembunuhan ini tak terkait motif pencurian.
“Kami sudah memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kasus ini jadi perhatian khusus, dan kami akan mengungkap motif serta pelakunya,” kata Chandra.
Warga sekitar mulai curiga ketika melihat motor korban masih terparkir lama di depan kos, sesuatu yang tidak biasa bagi korban yang dikenal teratur.
“Biasanya pulang langsung masuk ke kamar. Tapi sore itu motornya tidak bergerak,” ujar Resta, tetangga kos.
Saat warga membuka pintu kamar, mereka terkejut mendapati korban dalam kondisi terikat dan tidak bernyawa.
Trending Now