Konten Media Partner
Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang saat Malam Hari
27 September 2025 14:55 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang saat Malam Hari
Kabut asap tipis dari dugaan karhutla OKI mulai dirasakan warga Palembang pada malam hari. Polusi udara naik ke level tidak sehat, warga waswas dampak ISPA. #publisherstory #urbanidUrban Id

Warga Kota Palembang mulai mengeluhkan kabut asap yang muncul pada malam hingga dini hari, sejak Jumat (26/9/2025). Asap tipis disertai bau menyengat itu diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), yang terbawa angin ke arah kota.
Fenomena ini membuat sebagian warga terganggu saat beristirahat. Winda, warga Jalan Sudirman, menceritakan bau asap sudah tercium sejak pukul 01.00 WIB. Meski tidak terlalu pekat, aroma tersebut cukup mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.
βBau asapnya samar-samar, tapi jelas terasa kalau malam. Kami jadi waswas karena anak-anak dan orang tua bisa kena ISPA,β ungkapnya, Sabtu (27/9/2025).
Keluhan serupa juga ramai dibagikan masyarakat di media sosial. Beberapa warganet menyebut asap membuat mata perih, sementara sebagian lainnya menuntut pemerintah tegas menindak pelaku pembakaran lahan.
Dari hasil pemantauan BMKG Palembang, kualitas udara sempat memburuk pada dini hari. Konsentrasi polutan PM2,5 di dua titik pengukuran utama melonjak ke level tidak sehat, yakni 55 Β΅g/mΒ³ di Talang Betutu dan 75 Β΅g/mΒ³ di Musi 2. Angka ini berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis, menjelaskan arah angin memang bergerak dari timur, searah dengan lokasi kebakaran lahan di OKI. Namun, pihaknya masih melakukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan sumber utama asap.
βTerjadi lonjakan partikel PM2,5 sekitar pukul 4 pagi. Partikel ini biasanya muncul akibat pembakaran lahan,β jelasnya.
Meski pada pagi hari kondisi udara tampak membaik, masyarakat di beberapa wilayah seperti Plaju, Demang Lebar Daun, 9 Ilir, hingga Simpang Polda masih mengaku mencium sisa bau asap.
