Konten Media Partner

Kasus Intimidasi Dokter RSUD Muba Kini Jalani Mediasi dengan Keluarga Pasien

13 Agustus 2025 19:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kasus Intimidasi Dokter RSUD Muba Kini Jalani Mediasi dengan Keluarga Pasien
Kasus viralnya intimidasi dan pengancaman dokter di RSUD Sekayu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Mediasi antara dokter dan keluarga pasien terkait intimidasi dan pengancaman di RSUD Sekayu/ist.
zoom-in-whitePerbesar
Mediasi antara dokter dan keluarga pasien terkait intimidasi dan pengancaman di RSUD Sekayu/ist.
Kasus viralnya intimidasi dan pengancaman dokter di RSUD Sekayu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin.
Pasalnya, pada Rabu, 13 Agustus 2025, Bupati Muba, M Toha Tohet, melalui Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi, mendatangi RSUD Sekayu dan meminta keterangan dari kedua belah pihak, baik dari keluarga dan dokter yang diketahui bernama Syahpri Putra Wangsa.
Apriyadi mengatakan bahwa ia prihatin dengan kejadian tersebut dan menegaskan agar insiden tersebut tidak berulang.
Kemudian, ia juga berpendapat bahwa pelayanan di RSUD Sekayu belum sempurna.
"Mungkin pelayanan RSUD Sekayu masih kurang, namun intimidasi kepada dokter itu tidak dibenarkan," kata dia.
Apriyadi juga mengatakan bahwa seluruh persoalan dapat dibicarakan dengan baik-baik.
"Semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh tenaga medis di rumah sakit tersebut agar tetap melaksanakan pelayanan yang profesional dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Lalu, Apriyadi juga meminta maaf kepada semua pihak dan masyarakat.
"Harapan kami, kejadian ini tidak kembali terulang dan tidak menimbulkan kegaduhan," pungkasnya.
Sementara itu, korban sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Sekayu, Syahpri Putra Wangsa, mengatakan bahwa ia sudah menjalankan tugas sesuai prosedur.
"Kejadian tersebut saya dipaksa untuk buka masker, padahal diruangan tersebut tidak diperbolehkan," katanya.
Kemudian, Putra yang merupakan keluarga pasien sudah dimediasi oleh pihak RSUD Sekayu, namun ia terkejut mengapa video tersebut dipotong dan diviralkan di media sosial.
"Setelah kejadian tersebut, kamo bermediasi dan saya selaku keluarga pasien sudah meminta maaf," ucap Putra.
Trending Now