Konten Media Partner

Kehidupan Warga Dusun Sido Makmur, Dusun yang Berdiri di Tengah Konservasi

13 Mei 2025 20:25 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kehidupan Warga Dusun Sido Makmur, Dusun yang Berdiri di Tengah Konservasi
Dusun Sido Makmur adalah dusun yang terletak di Desa Harapan Makmur, Sumsel. Dusun ini bermukim di tengah-tengah hutan eucalyptus yang merupakan lahan konservasi PT MHP. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Situasi Dusun Sido Makmur, Desa Harapan Makmur, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel/Anyelir.
zoom-in-whitePerbesar
Situasi Dusun Sido Makmur, Desa Harapan Makmur, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel/Anyelir.
Dusun Sido Makmur adalah dusun yang terletak di Desa Harapan Makmur, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel. Dusun ini bermukim di tengah-tengah hutan eucalyptus yang merupakan lahan konservasi PT Musi Hutan Persada (MHP).
Namun, nasib kurang baik menimpa warga Dusun Sido Makmur. Pasalnya, lahan yang mereka tempati merupakan lahan konservasi perusahaan. Tidak jarang mereka seringkali mendapatkan intimidasi dan ancaman penggusuran dari pihak perusahaan.
Salah satu warga yang telah 16 tahun tinggal di Dusun Sido Makmur, Rusli, menceritakan bahwa dahulu ia adalah pendatang dari Bengkulu dan memulai hidup baru di Dusun Sido Makmur. Kemudian ia memulai kehidupannya dengan membuka kebun di belakang pekarangan rumahnya. Namun, pada tahun 2022, mulailah terjadi konflik lahan antara PT MHP dan warga desa.
"Saya pindah dari Bengkulu dengan bekal seadanya. Di desa ini saya sudah hidup 16 tahun. Lahan yang sayang buat untuk berkebun pun tidak banyak, hanya beberapa saja. Saya juga tidak punya niat untuk memperluas lahan saya, dari dulu sebelum perusahaan mengganggu, saya memang sudah berkebun di sini," ujarnya.
Salah satu warga Dusun Sido Makmur/Anyelir.
Rusli juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sering kali datang dan mengecek kebun milik masyarakat. Bahkan, pihak perusahaan seringkali merusak kebun milik masyarakat dan mengancam akan menggusur kebun tersebut.
"Sewaktu-waktu saya sedang menanam ubi, ada pihak perusahaan datang lalu ubi saya diikat dengan tali penggusuran," kata Rudy.
Warga lain bernama Joko mengatakan pula bahwa dusun yang ditempati ini sangat membuat warganya cemas, namun mereka tidak dapat pergi dari desa tersebut sebab dari dulu mereka mencari nafkah dan memulai kehidupan dari Dusun Sido Makmur.
"Dusun ini telah ada sebelum lahan ini menjadi hak perusahaan. Saya harap pemerintah melihat kami, sebab jika kami semua digusur, kami tidak punya apa-apa lagi," ujar Joko.
Dari kesaksian Joko, ia mengatakan bahwa ia juga pernah membeli tanah sekitar 2 Hektare dari Kepala Desanya, namun tanah tersebut malah dimiliki oleh pihak perusahaan.
"Kades di sini sudah berkolaborasi dengan pihak perusahaan, ia sudah tidak memihak warga," katanya.
Meski begitu, warga Dusun Sido Makmur tetap mempertahankan lahan milik mereka sebab satu-satunya harta yang mereka punya hanyalah lahan tersebut.
Trending Now