Konten Media Partner
Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Penyimpangan Kredit Perbankan
11 November 2025 21:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Penyimpangan Kredit Perbankan
Kejati Sumsel tetapkan 6 tersangka kasus kredit sawit Bank senilai Rp1,689 triliun. Dugaan fraud terstruktur sejak 2011, kerugian negara capai lebih dari Rp1,1 triliun. #pubisherstory #urbanidUrban Id

Kasus dugaan korupsi fasilitas kredit sawit dengan nilai jumbo kembali menggemparkan Sumsel. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel resmi menjerat enam orang sebagai tersangka terkait dugaan penyimpangan fasilitas pinjaman Bank kepada dua perusahaan perkebunan, PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) dan PT Sri Andal Lestari (SAL). Nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,689 triliunโmenjadikannya salah satu skandal perbankan terbesar dalam sejarah daerah ini.
Namun di balik angka triliunan itu, penyidik melihat pola yang jauh lebih dalam yakni indikasi praktik fraud terstruktur yang berlangsung selama bertahun-tahun, melibatkan kombinasi kongkalikong pemilik perusahaan dan oknum pejabat pusat bank plat merah.
Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyelidikan maraton sejak pekan lalu, melibatkan lebih dari seratus saksi serta audit dokumen perbankan yang tebalnya ribuan halaman.
โIni bukan kesalahan teknis, melainkan rangkaian pelanggaran terencana sejak awal proses pengajuan pinjaman,โ tegas Ketut, Senin (10/11/2025).
Skema kredit yang disetujui sejak 2011 itu mencakup pendanaan kebun inti dan plasma, serta pembangunan pabrik kelapa sawit. Total fasilitas mencapai lebih dari Rp1,7 triliun. Namun menurut penyidik, proposal yang diajukan PT BSS dan PT SAL dipenuhi dokumen palsu serta analisis kredit yang dimanipulasi pihak internal Bank.
Asisten Pidsus Kejati Sumsel, Adhriyansah, membeberkan bahwa proses kredit berjalan mulus meski indikator kelayakan proyek sebetulnya lemah.
โAda dugaan pemalsuan data, verifikasi yang tidak dilakukan sesuai prosedur, hingga penggunaan dana tidak tepat sasaran,โ ujar Adhriyansah.
Ironisnya, fasilitas kredit jumbo itu kini berstatus macet total alias kolektibilitas 5. Setelah dilakukan lelang aset senilai Rp506,15 miliar, kerugian bersih negara diperkirakan masih mencapai Rp1,183 triliun.
Para tersangka tidak hanya berasal dari perusahaan pemohon kredit. Enam orang kini mendekam di tahanan, mayoritas merupakan pejabat dan analis di kantor pusat Bank pada masa penyaluran kredit.
Sementara WS selaku direktur perusahaan perkebunan yang menerima dana jumbo, belum ditahan karena alasan medis.
โPenyidikan belum selesai. Kemungkinan tersangka bertambah sangat terbuka,โ kata Adhriyansah.
Adapun enam tersangka tersebut masing-masing adalah:
WS (Wilson) โ Direktur PT BSS sejak 2016 hingga sekarang, sekaligus Direktur PT SAL sejak 2011.
MS โ Komisaris PT BSS periode 2016โ2022.
DO โ Junior Analis Kredit Grup Analisis Risiko Kredit Divisi Kantor Pusat Bank tahun 2013.
ED โ Account Officer/Relationship Manager Agribisnis Kantor Pusat Bank periode 2010โ2012.
ML โ Junior Analis Kredit Grup Analisis Risiko Kredit Bank Pusat tahun 2013.
RA โ Relationship Manager Divisi Agribisnis Kantor Bank Pusat periode 2011โ2019.
