Konten Media Partner
Kerja Sama Dagang Sumsel dan Jatim Tembus Rp 820 Miliar
29 September 2025 18:17 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Kerja Sama Dagang Sumsel dan Jatim Tembus Rp 820 Miliar
Misi dagang Sumsel-Jatim capai Rp820,7 miliar, dominan sektor peternakan dan pertanian. Kolaborasi ini perkuat ketahanan pangan dan peluang investasi daerah. #publisherstory #urbanidUrban Id

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa pencatatan transaksi akan resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB. Namun, ia optimistis angka tersebut masih akan terus bertambah seiring berlanjutnya komunikasi antar pelaku usaha.
βAlhamdulillah per 13.40 sudah tercatat Rp820,7 miliar. Closing pencatatan nanti jam 17.00, tapi biasanya setelah misi dagang masih ada tindak lanjut dari Hipmi, Iwapi, maupun Kadin. Jadi potensinya akan lebih besar lagi,β ujarnya di Palembang, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, capaian besar ini tak hanya menunjukkan potensi perdagangan yang kuat, tetapi juga bentuk kolaborasi antar provinsi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
βHari ini kita bukan sekadar berdagang. Kita sedang merajut merah putih, memperkuat persaudaraan dan kemandirian pangan Indonesia,β tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyambut baik antusiasme tersebut. Ia menilai Jatim sebagai provinsi unggul dalam bidang peternakan dan ketahanan pangan, sehingga kerja sama ini akan membawa dampak signifikan bagi Sumsel.
βKami ingin mengadopsi kepiawaian peternak Jatim, khususnya dalam penggemukan sapi. Sumber daya di Sumsel sangat mendukung, tinggal bagaimana kita belajar dari disiplin dan etos kerja di sana,β kata Deru.
Untuk diketahui, sektor yang paling dominan dalam transaksi antara Jatim dan Sumsel tercatat berasal dari peternakan dan pertanian. Di antaranya kerja sama antara Dinas Pertanian Sumsel dengan Jatim terkait peningkatan indeks pertanaman serta rencana pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Jawa Timur. Selain itu, sektor perikanan dan olahan pangan juga ikut menyumbang transaksi signifikan.
