Konten Media Partner

Lemomo Hadirkan Tren Baru: E-Commerce Berbasis Minat untuk Gen Z

18 November 2025 14:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Lemomo Hadirkan Tren Baru: E-Commerce Berbasis Minat untuk Gen Z
Lemomo hadir sebagai e-commerce berbasis minat untuk Gen Z, menggabungkan blind box, interaksi sosial, dan fitur jual instan yang menghadirkan pengalaman belanja baru. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Ilustrasi platform e-commerce Lemomo. Foto : Dok Lemomo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi platform e-commerce Lemomo. Foto : Dok Lemomo
Di tengah kejenuhan publik terhadap promo berulang dan harga banting di platform e-commerce konvensional, pola belanja generasi muda Indonesia diam-diam berubah. Mereka tidak lagi sekadar mencari diskon terbesar, melainkan pengalaman yang lebih personal, interaktif, dan punya nilai tambah. Pergeseran ini membuka ruang bagi model baru: e-commerce berbasis minat, yang kini mulai diperkenalkan Lemomo.
Berbeda dari pemain lama, Lemomo hadir dengan pendekatan yang menempatkan rasa penasaran dan interaksi sosial sebagai inti pengalaman belanja. Platform ini menggabungkan konsep blind box, jejaring sosial, hingga peluang mendapatkan keuntungan. Model ini dipercaya menjadi bentuk evolusi alami dari kebiasaan digital generasi muda yang ingin terlibat lebih jauh, bukan hanya checkout dan pergi.
Head of Brand Lemomo, Olivia Krisellia Ikhwan, menyebut bahwa tren global memperlihatkan konsumen—terutama Gen Z—menjalani belanja sebagai hiburan dan sarana ekspresi. Menurutnya, Lemomo mengadopsi perubahan itu dengan memberi ruang bagi pengguna untuk menikmati sensasi membuka blind box sekaligus merasakan transparansi sistem.
“Konsep blind box di Lemomo bukan sekadar gimmick, tetapi pengalaman digital yang adil untuk semua pengguna,” kata Olivia. “Pengalaman adalah nilai utama yang kami bangun.”
Dengan pendekatan ini, belanja tidak lagi menjadi proses satu arah, tetapi aktivitas yang membangkitkan rasa penasaran dan keterlibatan sosial.
Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah mekanisme titip jual instan yang menjamin barang laku dalam 24 jam. Jika pengguna mendapatkan produk yang tidak sesuai keinginan, mereka bisa langsung menjualnya kembali tanpa risiko rugi.
Head of Marketing Lemomo, Theresalonica Susanto, menegaskan bahwa setiap interaksi di aplikasi dirancang agar memiliki nilai.
“Setiap klik berarti sesuatu. Mulai dari membuka kotak, mengajak teman, hingga menjual kembali produk—semuanya memberi manfaat.”kata dia.
Pendekatan ini menjawab kecemasan umum bahwa blind box hanya soal keberuntungan. Lemomo mengemasnya sebagai ekosistem yang memungkinkan pengguna tetap memiliki opsi dan kendali atas barang yang mereka dapatkan.
Selain menawarkan peluang ekonomi, Lemomo juga menumbuhkan interaksi sosial. Pengguna bisa berbagi momen unboxing, berdiskusi mengenai isi blind box, hingga membuat komunitas minat. Ini menjadi bentuk baru dari social shopping, di mana percakapan dan kebersamaan menjadi pendorong aktivitas belanja.
Pengamat teknologi melihat tren ini sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna yang mencari pengalaman digital lebih luas. Belanja tidak lagi sekadar kebutuhan, melainkan sarana membangun koneksi dan identitas.
Lemomo memanfaatkan kebiasaan khas pengguna Indonesia yang gemar berbagi momen menarik di media sosial. Dengan pendekatan itu, platform ini menjadi pionir e-commerce berbasis minat yang memadukan global gameplay dengan konteks budaya lokal.
Trending Now