Konten Media Partner
Manajemen Sriwijaya FC Siap Diganti: Jika Ada yang Lebih Mampu, Silakan
27 Oktober 2025 20:39 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Manajemen Sriwijaya FC Siap Diganti: Jika Ada yang Lebih Mampu, Silakan
Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen, manajemen disorot. Wakil Presiden Klub Moh. David siap mundur jika ada pihak lebih mampu membenahi tim Laskar Wong Kito. #publisherstory #urbanidUrban Id

Situasi genting tengah melanda Sriwijaya FC setelah tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu terpuruk di dasar klasemen Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026. Dari tujuh laga yang dijalani, Laskar Wong Kito belum sekalipun mencatat kemenangan β hanya mengoleksi satu poin hasil sekali imbang dan enam kekalahan.
Kondisi ini membuat tekanan mengarah ke jajaran manajemen, terutama kepada Wakil Presiden Klub, Moh. David, yang menjadi sorotan utama suporter. Seruan agar dirinya mundur menggema di berbagai kanal media sosial, terlebih usai Sriwijaya FC kembali tumbang di kandang sendiri, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (26/10/2025) lalu saat menghadapi Bekasi City FC.
Menanggapi hal itu, David akhirnya buka suara. Ia mengakui mendengar langsung desakan dari sejumlah pendukung, namun menegaskan bahwa dirinya belum memiliki niat untuk mundur β setidaknya hingga ada keputusan resmi dari manajemen atau jika memang masyarakat Sumsel tak lagi menginginkannya.
βSaya menepis isu mundur. Tapi saya justru ingin bertanya ke warga Sumsel dan suporter: apakah saya masih layak mengurus Sriwijaya FC, atau sebaiknya saya mundur?β ujar David, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, ia bukan tidak mau bertanggung jawab. Justru selama ini, dirinya mengklaim telah berjuang keras untuk kebangkitan Sriwijaya FC, baik dari sisi materi, waktu, maupun pikiran.
βSaya disebut pembohong dan lepas tanggung jawab, padahal semua sudah saya korbankan untuk klub ini. Kalau memang ada yang lebih mampu membenahi Sriwijaya FC, saya siap mundur di putaran kedua,β tegasnya.
Pernyataan David ini menuai beragam reaksi. Sebagian menilai langkahnya sebagai bentuk keterbukaan dan evaluasi diri, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai sinyal frustrasi di tengah tekanan suporter yang kian besar.
Sementara itu, CEO PT Digi Sport Asia, Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa Moh. David masih menjadi bagian dari manajemen dan tidak ada wacana resmi terkait pengunduran dirinya.
βAlhamdulillah Pak David masih bertahan. Beliau sudah berjuang habis-habisan untuk Sriwijaya FC,β ujarnya singkat.
Desakan agar manajemen direstrukturisasi mencuat bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-21 Sriwijaya FC, yang ironisnya justru diwarnai suasana muram. Klub yang pernah menjuarai Liga Indonesia dua kali itu kini terpuruk di jurang degradasi, terancam turun kasta ke Liga Nusantara jika tren buruk tak segera diperbaiki.
