Konten Media Partner

Ortu Asal Sumsel Temui Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dimasukkan Barak Militer

30 Mei 2025 14:10 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Ortu Asal Sumsel Temui Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dimasukkan Barak Militer
Sepasang suami istri asal Ogan Komering Ilir, Sumsel membawa anaknya menemui Dedi Mulyadi untuk dimasukkan barak militer guna memulihkan diri dari kecanduan narkoba. #publishetstory #urbanid
Urban Id
Pelajar asal OKI, Sumsel saat berbicara dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk dapat dibina di barak militer agar memulihkan diri dari kecanduan narkoba. Foto : Potongan video/YouTube Kang Dedi Mulyadi
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar asal OKI, Sumsel saat berbicara dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk dapat dibina di barak militer agar memulihkan diri dari kecanduan narkoba. Foto : Potongan video/YouTube Kang Dedi Mulyadi
Sepasang suami istri asal Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, melakukan perjalanan jauh ke Bandung, Jawa Barat, untuk menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Mereka membawa anak laki-laki mereka, seorang siswa kelas 10 SMK, dengan harapan anaknya dapat menjalani pembinaan di lingkungan militer atau dimasukkan barak militer guna memulihkan diri dari kecanduan narkoba.
Perjalanan darat yang memakan waktu sekitar 15 jam dari Palembang ke Bandung ini menunjukkan kesungguhan hati kedua orang tua tersebut. Sang ayah, berinisial BH, mengutarakan permohonan agar anaknya mendapatkan pelatihan khusus di barak militer untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.
Dalam pertemuan yang Urban Id lihat melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, sang pelajar mengakui bahwa ia telah menggunakan sabu sejak kelas 10 SMK akibat pergaulan yang buruk. Uang untuk membeli narkoba diperoleh dari uang saku harian sebesar Rp25 ribu, bahkan dengan cara membohongi orang tuanya untuk mendapatkan tambahan.
β€œSekali pakai habis Rp100 ribu untuk 1,5 gram,” ungkapnya, seraya mengakui bahwa setelah tidak menggunakan sabu selama seminggu, ia merasa lebih tenang meskipun masih tergoda oleh lingkungannya.
Dedi Mulyadi menawarkan solusi berupa pelatihan di barak militer agar ia terlepas dari pengaruh buruk lingkungannya. Tanpa ragu, sang anak menyetujui tawaran tersebut.
"Gak mau balik, mau tinggal di sini aja. Tak masukkan ke barak, setuju?" tanya Dedi, yang langsung dijawab, "Setuju, saya ingin sembuh,"kata pelajar itu.
Dedi Mulyadi kemudian meminta izin dari kedua orang tua sang anak, mengingat kebijakan pelatihan barak ini sempat mendapat kritik karena dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM).
Namun BH dan istrinya dengan tegas menyatakan setuju dan siap menandatangani surat pernyataan jika anak mereka kabur atau melakukan pelanggaran selama pelatihan.
β€œKami dengan kesadaran penuh menitipkan anak kami secara sukarela,” ujar BH.
Ironisnya, keluarga ini memiliki dua anak lain yang telah sukses berkarier sebagai tentara dan aparatur sipil negara (ASN). Namun, sang anak yang mengalami kecanduan narkoba memilih jalan berbeda yang mengecewakan keluarga.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan tugas negara dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
"Saya menjalankan amanah untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya narkoba," jelasnya.
Trending Now