Konten Media Partner
Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Penentu Kelanjutan KEK Tanjung Api-Api
24 November 2025 10:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Penentu Kelanjutan KEK Tanjung Api-Api
KEK Tanjung Api-Api bergantung pada percepatan Pelabuhan Tanjung Carat. Tanpa pelabuhan, industri tak optimal. Sumsel dorong pembangunan demi daya saing logistik #publisherstory #urbanidUrban Id

Upaya Sumatera Selatan (Sumsel) membangun pusat ekonomi baru memasuki fase krusial. Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Minggu (23/11/2025), guna memastikan kesiapan kawasan sekaligus mengkaji hambatan yang masih mengganjal operasionalnya.
Dalam tinjauan ini, Herman Deru menegaskan satu hal: masa depan KEK bergantung sepenuhnya pada hadirnya Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Tanpa pelabuhan itu, menurutnya, seluruh potensi industri yang disiapkan di Tanjung Api-Api tidak akan berjalan optimal.
Bagi Herman Deru, pelabuhan bukan sekadar pendukung, tetapi komponen vital yang menentukan efektif atau tidaknya kegiatan industri di dalam KEK. Ia menilai jarak yang terlalu jauh antara pelabuhan dan kawasan industri akan mengurangi daya saing dan merusak efisiensi logistik.
“Kalau pelabuhan jauh dari KEK, manfaat ekonomi pasti tidak maksimal. Karena itu kita harus kompak memperjuangkan percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” tegasnya.
Desain KEK Tanjung Api-Api yang diarahkan menjadi zona industri berorientasi ekspor membuat keberadaan pelabuhan modern menjadi kebutuhan utama. Tanpa akses langsung ke pelabuhan, arus barang—mulai dari komoditas cair, padat hingga barang besar—tidak dapat bergerak cepat.
Kunjungan dilanjutkan ke fasilitas pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang kini sudah beroperasi dan melayani berbagai rumah sakit maupun perusahaan di Sumsel. Ini menjadi indikator penting bahwa KEK tidak hanya fokus pada industri, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.
“Limbah B3 tidak perlu lagi dikirim keluar daerah. BUMD kita sudah mampu mengelolanya secara aman dan sesuai aturan,” jelas Deru.
Kapasitas pengelolaan limbah ini menjadi salah satu syarat penting kesiapan kawasan industri berskala besar, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya mengejar industrialisasi, tetapi juga kehati-hatian dalam aspek lingkungan.
Meski infrastruktur pendukung di dalam kawasan mulai siap, satu elemen yang masih menjadi titik tumpu yakni percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Tanpa itu, KEK akan berjalan setengah langkah.
Deru menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pelabuhan tidak lagi tertunda. Ia optimistis bahwa ketika pelabuhan beroperasi, KEK Tanjung Api-Api akan menjelma menjadi pusat logistik dan industri strategis di pesisir timur Sumsel.
