Konten Media Partner
Pembunuh Wanita Hamil di Palembang Ngaku Takut Dihantui Korban
16 Oktober 2025 18:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pembunuh Wanita Hamil di Palembang Ngaku Takut Dihantui Korban
Pelaku pembunuhan wanita hamil di Palembang, Febrianto, ditangkap setelah mengaku dihantui arwah korban. Motifnya dipicu cekcok di kamar hotel. #publisherstory #urbanidUrban Id

Rasa bersalah akhirnya menuntun langkah Febrianto alias Febri (22) keluar dari persembunyiannya. Pelaku pembunuhan keji terhadap Anti Puspitasari (22) di sebuah hotel kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, mengaku dihantui arwah korban sebelum akhirnya ditangkap polisi, Rabu (15/10/2025) malam.
βPak, saya dihantuinya, saya takutβ¦ tapi enggan menyerahkan diri,β ujar Febri dengan wajah pucat saat digiring petugas ke ruang konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (16/10/2025).
Febri ditangkap di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, setelah hampir dua hari dalam pelarian. Polisi yang mendapat petunjuk keberadaannya langsung melakukan penyergapan pada malam hari tanpa perlawanan berarti.
Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Muβmin Wijaya, penangkapan dilakukan setelah tim Ditreskrimum menelusuri jejak ponsel dan motor milik korban yang dibawa kabur pelaku.
βPelaku mengakui semua perbuatannya. Dia membunuh karena kesal, lalu melarikan diri ke Banyuasin. Saat ditangkap, pelaku terlihat ketakutan dan gelisah,β jelas Nandang.
Dari hasil penyelidikan, Febri dan korban berkenalan lewat media sosial. Mereka sepakat bertemu di hotel dengan tarif Rp300 ribu untuk dua kali berhubungan. Namun, setelah sesi pertama, korban menolak permintaan Febri untuk yang kedua kalinya. Penolakan itu membuat pelaku gelap mata.
Cekcok pun berujung maut. Febri menyumpal mulut korban dengan manset hitam dan mencekiknya hingga tewas, lalu mengikat tangan korban menggunakan jilbab berwarna pink. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, ia kabur membawa ponsel dan sepeda motor korban.
Kini, rasa bersalah yang menghantuinya seolah menjadi 'bayangan terakhir' sebelum Febri dijebloskan ke balik jeruji. Polisi menjeratnya dengan pasal pembunuhan berencana disertai pencurian dengan kekerasan.
βDia bukan hanya kehilangan kendali, tapi juga nurani,β ujar seorang penyidik singkat.
