Konten Media Partner
Pemprov Sumsel-Bank Sumsel Babel Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi
18 September 2025 18:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Pemprov Sumsel-Bank Sumsel Babel Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi
Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel gelar pasar murah dengan harga pangan bersubsidi untuk tekan inflasi, bantu warga akses kebutuhan pokok lebih terjangkau. #publisherstory #urbanidUrban Id

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di Terminal Perumnas Sako, Palembang, Rabu (18/9/2025). Program ini yang turut didukung oleh Bank Sumsel Babel melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, mengatakan kehadiran pasar murah sangat membantu warga di tengah tingginya kebutuhan pokok. Ia mendorong agar program serupa digelar rutin di berbagai wilayah.
“Respons masyarakat sangat positif, antusiasnya luar biasa. Kami ingin kegiatan seperti ini diperluas agar manfaatnya lebih merata,” ujarnya usai meninjau langsung OPM di Terminal Sako.
Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Hengky Putrawan, menambahkan kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama Pemprov dengan Bank Indonesia, BUMD, serta pihak swasta. Menurutnya, OPM tidak hanya menekan inflasi, tapi juga tetap menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah memberikan subsidi untuk sejumlah bahan pokok agar harga lebih terjangkau masyarakat,” jelas Hengky.
Sementara itu, PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, menegaskan bahwa dukungan BSB dalam operasi pasar murah ini merupakan wujud nyata peran bank daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Sebagai mitra strategis pemerintah provinsi, Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk tidak hanya hadir sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel. Melalui subsidi program csr ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Setelah kegiatan hari ini, operasi pasar murah ini akan berlanjut di beberapa lokasi lain, antara lain halaman kantor UPTD Pengelolaan Terminal Sungai Danau Penyebrangan dan Laut (23 September 2025), serta halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel (24 September 2025).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Sumsel bersama Bank Sumsel Babel optimistis dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.
Adapun bahan pokok yang dijual dengan harga subsidi antara lain:
Minyakita: Rp12.000/liter (2.000 liter)
Beras SPHP: Rp57.000/5 kg (15 ton)
Telur ayam ras: Rp22.000/kg (600 kg)
Cabai merah keriting: Rp7.000/250 gram (150 kg)
Cabai rawit: Rp7.000/250 gram (50 kg)
Gula pasir: Rp13.500/kg (300 kg)
Bawang merah: Rp8.500/500 gram (150 kg)
Bawang putih: Rp— (100 kg)
Ayam potong: Rp25.000/kg
Meski inflasi Sumsel tercatat 3,0 persen, pertumbuhan ekonomi tetap stabil bahkan menempati posisi kedua tertinggi secara nasional.
Salah seorang warga, Yusnawati, mengaku bersyukur bisa berbelanja di pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah, harga lebih murah dari pasar. Saya beli beras dan telur, walau tadi sempat rebutan karena ramai sekali. Harapannya kegiatan ini sering diadakan,” ungkapnya.
Setelah pelaksanaan di Perumnas Sako, OPM akan berlanjut pada:
23 September 2025 di halaman UPTD Dinas Perhubungan Sumsel
24 September 2025 di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel.
