Konten Media Partner

Pengakuan Pria di Palembang yang Jenazah Bayinya Ditolak Keluarga

22 September 2025 15:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Pengakuan Pria di Palembang yang Jenazah Bayinya Ditolak Keluarga
Ayah di Palembang, Joko Prastiyawan, curhat jenazah bayinya ditolak keluarga mertua dan polisi bantu pemakaman sehingga ia akhirnya tenang. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Joko Prastiyawan ayah dari bayi yang dimakamkan oleh anggota kepolisian. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Joko Prastiyawan ayah dari bayi yang dimakamkan oleh anggota kepolisian. Foto : Istimewa
Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga tunawisma di Palembang yang baru saja kehilangan buah hati mereka. Joko Prastiyawan (40) menceritakan bagaimana jenazah bayi yang dirawat 20 hari di rumah sakit ditolak oleh keluarga istrinya.
Menurut pengakuan Joko, kondisi bayi menurun hingga mengalami sesak napas dan dokter sempat mengingatkan risiko kegagalan napas.
“Keterangan dokter, sesak napas, takut gagal napas, dikasih selang semua, dikasih susu nggak boleh,” kata Joko, Senin (22/9/2025).
Setelah bayi dinyatakan meninggal, Joko mengantar jenazah ke rumah mertuanya. Namun ketika sampai, ia mendapat perlakuan yang menyakitkan.
“Sampai di sana dimaki-maki, katanya bawa mayatlah,” ujarnya.
Karena lorong di rumah mertua dinilai sempit untuk ambulans, jenazah diturunkan di Bundaran Air Mancur sekitaran Masjid Agung SMB Jayo Wikramo atas permintaan Joko. Penolakan dan caci maki dari pihak keluarga membuat Joko kebingungan harus membawa jenazah ke mana karena tidak ada biaya untuk memakamkan anaknya.
Dalam kondisi terpukul, Joko mengaku sempat merasa sangat hancur dan terpikir hal-hal yang mengerikan.
“Sebelumnya saya sangat terpukul, rasanya ingin ikut mati bersama anak saya,” katanya.
Joko mendapat pertolongan dari anggota kepolisian, setelah berjalan kaki menuju Masjid Agung SMB Jayo Wikramo. Di sana, ia bertemu dengan seorang anggota polisi dan dibawa ke SPKT Polda Sumsel.
“Alhamdulillah ketemu bapak polisi tadi dan langsung dibantu, alhamdulillah sudah dimakamkan, jadi hati saya tenang,” ungkap Joko.
Trending Now