Konten Media Partner
Perampok yang Gorok Pasutri di Palembang Ditangkap
4 Desember 2025 12:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Perampok yang Gorok Pasutri di Palembang Ditangkap
Pelaku perampokan sadis yang gorok pasutri di Palembang akhirnya ditangkap di Bandung. Polisi ungkap motif, barang bukti, dan rangkaian pelarian pelaku. #publisherstory #urbanidUrban Id

Upaya kabur seorang terduga pelaku perampokan sadis di Palembang berakhir sia-sia. Setelah sepekan menjadi buronan, Dian Satria (39) akhirnya diringkus tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Subdit III Jatanras Polda Sumsel di sebuah rumah persembunyian di kawasan Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/12/2025).
Penangkapan ini sekaligus menjawab teka-teki pelaku aksi perampokan berdarah di toko kerupuk Suwandi di Jalan Pengadilan, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, yang terjadi pada Selasa malam (25/11/2025). Dalam kejadian tersebut, pasangan suami istri menjadi korban keganasan pelaku.
Korban Darma Kusuma tewas bersimbah darah di lokasi kejadian, sementara istrinya, Yeni Kawi (40), berhasil selamat meski mengalami luka serius dan dilarikan ke RS Charitas.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut. Menurutnya, sejak identitas pelaku diketahui, tim langsung bergerak cepat melakukan pengejaran lintas provinsi.
βPelaku berhasil diamankan di Bandung. Saat ini dalam perjalanan menuju Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,β ujarnya.
Harryo menyebut, pengungkapan kasus ini menjadi prioritas mengingat besarnya perhatian publik, terlebih karena salah satu korban tewas di lokasi kejadian.
Berbagai barang bukti yang ditemukan di lokasi ikut memperkuat identifikasi pelaku. Dari olah TKP, polisi menyita palu gagang besi, sepasang sandal plastik biru, dan pakaian milik korban yang diduga digunakan atau disentuh pelaku saat beraksi.
Rekaman CCTV dari rumah korban menjadi petunjuk penting dalam melacak arah kaburnya pelaku.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan salah satu dari tiga ponsel korban di sebuah kafe di Palembang. Dugaan kuat, ponsel tersebut sempat ditinggalkan pelaku saat melarikan diri.
βDua ponsel lainnya masih dalam pencarian. Namun temuan ini membantu memperkuat rangkaian petunjuk pelarian pelaku,β jelas Harryo.
Sejumlah saksi dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga korban, telah diperiksa. Kesaksian mereka disebut sangat membantu dalam menggambarkan pola serangan dan dugaan motif di balik aksi brutal tersebut.
Dengan telah diamankannya pelaku, penyidik kini bersiap melakukan pemeriksaan lengkap, termasuk mendalami apakah ia beraksi seorang diri atau ada pihak lain yang terlibat.
βKami berharap dengan tertangkapnya pelaku, motif dan rangkaian lengkap kejadian dapat segera terungkap,β kata dia.
