Konten Media Partner
Pokdakan Balai Mina Banyuasin Terapkan Teknologi Bioflok untuk Budidaya Lele
29 Agustus 2025 14:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pokdakan Balai Mina Banyuasin Terapkan Teknologi Bioflok untuk Budidaya Lele
Pokdakan Balai Mina, Banyuasin menggelar pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem LEISA berbasis teknologi bioflok. #publisherstory #urbanidUrban Id

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Balai Mina, Kabupaten Banyuasin, menggelar pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem Low External Input Sustainable Aquaculture (LEISA) berbasis teknologi bioflok. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Pokdakan dan pelaku usaha perikanan setempat dengan dukungan Tim Pengabdian Politeknik Negeri Sriwijaya yang diketuai Raudhatus Saโadah.
Teknologi bioflok dikenal ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik di kolam menjadi pakan alami. Sistem ini mampu menekan penggunaan pakan buatan, menjaga kualitas air, sekaligus meningkatkan hasil panen.
Ketua Pokdakan Balai Mina, Suntoro, menegaskan bahwa penerapan bioflok selaras dengan prinsip perikanan berkelanjutan.
โKami berharap para pembudidaya tidak hanya mengejar produksi tinggi, tetapi juga efisien dalam penggunaan sumber daya dan tetap menjaga lingkungan,โ ujarnya.
Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, mulai dari persiapan kolam bioflok, pembuatan inokulan bakteri probiotik, manajemen kualitas air, hingga pemberian pakan. Narasumber Wihandoko, dari Balai Budidaya Perikanan Air Tawar Jambi, menyampaikan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan kepadatan tebar ikan lele hingga 2โ3 kali lipat dibandingkan metode konvensional.
Tak hanya fokus pada teknis budidaya, peserta juga dibekali keterampilan manajemen keuangan. Materi ini mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, perhitungan biaya produksi, analisis keuntungan, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.
Instruktur pembukuan, Keti Purnamasari, menekankan pentingnya administrasi keuangan yang tertib.
โBanyak kelompok gagal berkembang bukan karena teknis produksi, tetapi lemahnya manajemen keuangan,โtegasnya.
