Konten Media Partner
Polisi Jelaskan Alasan Penembakan Pria Disebut ODGJ di OKU
29 Oktober 2025 13:56 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Polisi Jelaskan Alasan Penembakan Pria Disebut ODGJ di OKU
Polres OKU ungkap alasan penembakan pria diduga ODGJ di Baturaja setelah merusak pos polisi. Korban melawan saat ditangkap, tiga anggota diperiksa Propam. #publisherstory #urbanidUrban Id

Polres Ogan Komering Ulu (OKU) akhirnya mengungkap identitas pria yang tewas tertembak dalam proses penangkapan di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Baturaja, Selasa (28/10/2025). Korban diketahui bernama Padli (29), warga Kelurahan Kemelak, Kecamatan Baturaja Timur, yang disebut sebagai pelaku pengerusakan dua pos polisi lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Baturaja.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menjelaskan, penembakan itu terjadi saat tim Satreskrim Polres OKU melakukan upaya penangkapan terhadap Padli. Namun di tengah proses tersebut, korban disebut melakukan perlawanan hingga mengancam keselamatan anggota.
βAnggota sudah memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak enam kali, tapi pelaku tetap melawan dan bahkan mengejar petugas. Dalam kondisi terdesak, anggota melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai bagian perut dan bahu,β ujar Endro saat konferensi pers, Rabu (29/10/2025) malam.
Meski demikian, Kapolres memastikan pihaknya tidak menutup mata terhadap prosedur penegakan hukum. Tiga anggota polisi yang terlibat dalam proses penangkapan telah diamankan di tempat khusus dan akan menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Sumsel.
βMulai malam ini sudah diamankan di tempat khusus. Besok akan ada pemeriksaan dari Propam Polda Sumsel untuk memastikan tindakan mereka sesuai prosedur,β tegas Endro.
Sementara keluarga korban sempat mengklaim bahwa Padli mengalami gangguan jiwa. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan keterangan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan tambahan dari keluarga serta pihak terkait.
βKami belum bisa memastikan apakah korban benar mengalami gangguan kejiwaan. Fokus kami saat ini memastikan proses penegakan hukum dan pemeriksaan internal berjalan transparan,β kata Kapolres.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyebut Padli terekam dalam kamera pengawas (CCTV) dan sistem ETLE saat melakukan aksi pengerusakan dua pos Satlantas Polres OKU. Dalam penelusuran lebih lanjut, akun media sosial milik korban juga diduga berisi konten bernada kebencian terhadap Polri.
βDari hasil profiling, korban memiliki kebencian terhadap institusi Polri. Karena itu, saat penangkapan kami sudah mengantisipasi kemungkinan perlawanan,β ungkap Endro.
