Konten Media Partner

Polusi Asap Masih Selimuti 3 Kabupaten di Sumsel

28 Oktober 2025 10:58 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Polusi Asap Masih Selimuti 3 Kabupaten di Sumsel
Polusi asap masih menyelimuti tiga kabupaten di Sumsel akibat karhutla. Enam helikopter dikerahkan lakukan 119 kali water bombing untuk padamkan titik api. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Manggala Agni saat memadamkan kebakaran di Sungai Rotan, Muara Enim. Foto : Dok. Manggala Agni
zoom-in-whitePerbesar
Manggala Agni saat memadamkan kebakaran di Sungai Rotan, Muara Enim. Foto : Dok. Manggala Agni
Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dikebut. Enam helikopter dikerahkan untuk melakukan 119 kali water bombing di tiga kabupaten berbeda pada Minggu (26/10/2025). Meski api berhasil dikendalikan, sejumlah titik masih terpantau berasap hingga Senin pagi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan operasi udara itu difokuskan di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Ilirβ€”tiga daerah yang sejak sepekan terakhir menjadi titik rawan karhutla.
β€œEnam helikopter dikerahkan, tiga di antaranya memadamkan api di wilayah PALI dan Muara Enim. Total ada 119 kali water bombing dengan 476 ribu liter air disiramkan ke lokasi kebakaran,” ujar Sudirman, Senin (27/10/2025).
Wilayah PALI, tepatnya di Kecamatan Tanah Abang, menjadi salah satu area paling luas terdampak. Tim gabungan melakukan 45 kali water bombing untuk memadamkan api di area sekitar 4,5 hektare.
Sementara di Muara Enim, titik api muncul di dua kecamatan: Gelumbang dan Lembak. Sebanyak 55 kali water bombing dilakukan, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 5 hektare.
β€œApi di Muara Enim relatif lebih cepat membesar karena lokasi sulit dijangkau dan angin cukup kencang. Namun berkat koordinasi udara dan darat, api kini bisa dikendalikan,” kata Sudirman.
Wilayah ketiga, Ogan Ilir, juga mengalami kebakaran di kawasan Tanjung Batu dan Payaraman. Di lokasi ini, dilakukan 19 kali water bombing dengan total area terbakar sekitar 3 hektare.
Kendati sebagian besar titik api telah padam, Sudirman mengakui bahwa asap pekat masih menyelimuti sejumlah lokasi, terutama di Tanah Abang, Gelumbang, dan Payaraman.
β€œHari ini kita lakukan patroli udara kembali. Bila masih ada titik api yang aktif, helikopter akan segera diterjunkan ulang,” jelasnya.
Operasi udara ini menjadi bagian dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masih menyiagakan helikopter water bombing di Sumsel hingga 5 November 2025. Setelah tanggal tersebut, armada akan dievaluasi dan kemungkinan ditarik ke daerah lain.
Pihak BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di musim pancaroba seperti saat ini yang berpotensi memperluas titik api.
β€œKami terus mengingatkan warga agar tidak lalai. Sedikit percikan api bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani,” tegas Sudirman.
Trending Now