Konten Media Partner
Ratu Dewa Ingatkan Warga Palembang Akan Bahaya Banjir
5 Desember 2025 15:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Ratu Dewa Ingatkan Warga Palembang Akan Bahaya Banjir
Curah hujan ekstrem sebabkan Palembang siaga banjir. Wali Kota Ratu Dewa imbau warga waspada ancaman luapan Sungai Musi, hewan liar, dan risiko korsleting listrik. #publisherstory #urbanidUrban Id

Kota Palembang kembali berada dalam fase kewaspadaan tinggi. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah kota dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan peningkatan debit air di sejumlah titik rawan, memberikan sinyal kuat bahwa ancaman luapan Sungai Musi dan anak sungainya sedang berada di level mengkhawatirkan.
BMKG menetapkan Palembang dalam kategori siaga banjir, seiring meningkatnya potensi hujan lebat disertai air pasang. Kondisi ini membuat beberapa kawasan langganan banjir kembali tergenang, seperti Sekip, Angkatan 66, Jalan Dempo, serta ruas protokol Jenderal Sudirman di sekitar International Plaza (IP).
Menghadapi situasi tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk memasang status siaga penuh. Ia menegaskan bahwa gerak cepat lintas instansi menjadi kunci agar banjir tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
“Semua OPD sudah saya perintahkan siaga 24 jam. Kita harus bergerak cepat ketika ada laporan banjir, pohon tumbang, hewan liar, atau kondisi membahayakan lainnya,” tegasnya, Jumat (5/12/2025).
Satuan yang dikerahkan meliputi BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Damkar, hingga Satpol PP, masing-masing dengan SOP tanggap darurat untuk musim penghujan.
Ratu Dewa menyebut bahwa ancaman bukan hanya datang dari curah hujan lokal. Kombinasi hujan hulu dan air pasang Sungai Musi membuat banjir kiriman berpotensi memperparah kondisi.
“Intensitas hujan meningkat tajam dan sering bersamaan dengan pasang sungai. Ini kombinasi yang harus sangat diwaspadai,” ujarnya.
Dengan pola cuaca yang tak menentu, ia meminta masyarakat tetap waspada, terutama di wilayah yang kerap terendam.
Tidak hanya banjir, Pemkot juga memperingatkan mengenai fenomena lain yang biasanya mengiringi hujan lebat: keluarnya hewan liar dari habitatnya. Ular, biawak, dan jenis reptil lain sering berpindah ke tempat yang lebih tinggi ketika tanah mulai tergenang.
“Hewan-hewan ini biasanya mencari tempat kering. Warga harus berhati-hati dan segera lapor jika menemukan situasi yang mengancam,” kata Dewa.
Musim basah sering membawa risiko lain yang tak kalah mematikan: korsleting listrik. Ratu Dewa meminta warga memeriksa instalasi rumah, terutama kabel yang berdekatan dengan area rawan air.
“Pastikan kabel tidak menyentuh air, dan segera matikan listrik jika ada kerusakan. Jangan anggap enteng,” ujarnya.
Meski seluruh OPD siaga, Ratu Dewa menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana.
“Pemerintah siap, tetapi kewaspadaan warga adalah kunci utama. Laporkan segera apa pun yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.
