Konten Media Partner
Viral Guru Ngaji Diusir saat Urus Administrasi di Kantor Lurah Palembang
20 Oktober 2025 12:20 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Viral Guru Ngaji Diusir saat Urus Administrasi di Kantor Lurah Palembang
Viral guru ngaji diusir saat urus administrasi di Kantor Lurah Talang Betutu Palembang. Warganet kecam sikap pejabat yang dinilai tak layani warga dengan baik. #publisherstory #urbanidUrban Id

Video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas dari seorang pejabat kelurahan terhadap warga viral di media sosial. Dalam tayangan yang diunggah akun Facebook Suararakyat, seorang perempuan yang disebut guru ngaji tampak terlibat perdebatan dengan pria yang diduga Lurah Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (18/10/2025). Dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut, guru ngaji bernama Rumala Dewi (52) datang ke kantor kelurahan untuk mengurus validasi meteran listrik musala tempat ia mengajar. Namun, alih-alih dilayani, ia justru diminta keluar ruangan oleh pria yang disebut sebagai lurah.
βNak dibantu cakmano, sekarang keluarlah. Tunggu di luar bae,β terdengar suara pria dalam video.
Momen itu langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai sikap pejabat dalam video tersebut tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik. Narasi yang menyertai video juga menyebut,
βGuru Ngaji Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran PLN untuk Musala.β
Dalam video itu, Rumala Dewi tampak menahan emosi dan menegaskan niatnya hanya ingin mengurus dokumen untuk kepentingan musala.
βYa Allah Pak Lurah, kamu itu pelayan masyarakat. Apalagi ini untuk musala,β ucapnya lirih dalam video yang kini sudah ditonton lebih dari 180 ribu kali dan dikomentari ribuan akun.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kelurahan Talang Betutu maupun Pemerintah Kota Palembang. Upaya konfirmasi media kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa juga belum mendapat tanggapan.
Sementara itu, sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Talang Betutu mendesak agar pemerintah kota melakukan *evaluasi terhadap pelayanan publik di tingkat kelurahan*. Mereka menilai, kejadian ini mencoreng citra aparatur pemerintahan yang seharusnya melayani masyarakat dengan ramah dan terbuka.
βKami berharap Pemkot turun tangan. Ini menyangkut etika pelayanan. Warga datang dengan niat baik, seharusnya dilayani, bukan diusir,β ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
