Konten Media Partner
Wanita Hamil yang Tewas di Hotel Palembang Disebut Jual Jasa Kencan
16 Oktober 2025 19:40 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Wanita Hamil yang Tewas di Hotel Palembang Disebut Jual Jasa Kencan
Polisi ungkap wanita hamil tewas di hotel Palembang ternyata jual jasa kencan lewat Facebook. Pelaku marah karena harga tak sesuai hingga korban tewas dicekik. #publisherstory #urbanidUrban Id

Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus pembunuhan terhadap, wanita hamil yang ditemukan tewas di kamar nomor 8 hotel di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, Anti Puspitasari (22).
Menurut keterangan polisi, Anti diketakui menawarkan jasa kencan atau Open Booking Online (BO) di media sosial Facebook dan pelaku yang diketahui bernama Febrianto alias Febri (22) pun tertarik dan berkenalan. Dari percakapan daring itulah keduanya sepakat untuk bertemu dan berkencan di salah satu hotel di kawasan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, pada Jumat (10/10/2025) sore.
Namun, pertemuan itu berubah menjadi tragedi. Setelah keduanya berhubungan badan satu kali, Febri meminta untuk melanjutkan hubungan intim untuk kedua kalinya. Permintaan itu ditolak oleh Anti, yang disebut sudah lelah dan ingin beristirahat. Penolakan tersebut membuat Febri naik pitam.
โPelaku merasa kesal dan marah terhadap korban. Saat itulah terjadi peristiwa pembunuhan,โ ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun, saat konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (16/10/2025).
Dalam kondisi emosi, Febri menyumpal mulut korban dengan manset hitam, kemudian mencekik leher Anti hingga tewas. Tak berhenti di situ, pelaku mengikat kedua tangan korban dengan jilbab berwarna pink sebelum menutupinya dengan selimut.
Usai memastikan korban tidak bernyawa, Febri mengambil ponsel dan sepeda motor korban lalu melarikan diri ke Banyuasin. Ia sempat membuang ponsel korban ke sungai agar tak mudah dilacak polisi.
โPelaku sempat membuang barang bukti ke sungai. Kami masih melakukan pencarian dan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap ponsel yang digunakan pelaku,โ jelas dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Muโmin Wijaya menambahkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan autopsi, polisi memastikan korban tewas karena kehabisan napas akibat dicekik. Nandang menambahkan, penyidik juga tengah mendalami dugaan lain seperti perselisihan harga saat transaksi kencan berlangsung.
โAda indikasi ketidaksesuaian harga yang disepakati di awal, itu membuat pelaku marah. Namun semua masih kami dalami,โ tambahnya.
