Konten Media Partner

Warga Bukit Baru Palembang Krisis Air Bersih Tapi Tagihan Tetap Jalan

4 November 2025 16:10 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Warga Bukit Baru Palembang Krisis Air Bersih Tapi Tagihan Tetap Jalan
Warga Bukit Baru Palembang krisis air bersih selama lima hari, namun tagihan tetap berjalan. Warga terpaksa beli air isi ulang karena suplai TSM tak mengalir. #publisherstory #urbanid
Urban Id
Ganda (35), warga Perumahan Bukit Intan Residence, Palembang, saat mengecek kran air yang tak kujung mengalir. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ganda (35), warga Perumahan Bukit Intan Residence, Palembang, saat mengecek kran air yang tak kujung mengalir. Foto : Istimewa
Sudah lima hari terakhir, warga di Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, menghadapi krisis air bersih. Pasokan air dari Tirta Maju Sriwijaya (TSM) โ€” perusahaan air milik Pemprov Sumatera Selatan โ€” tak kunjung mengalir, membuat aktivitas warga lumpuh, terutama untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Di tengah cuaca panas Palembang, kelangkaan air ini menjadi beban baru bagi masyarakat. Tak sedikit warga terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air isi ulang demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
โ€œSudah lima hari air mati total. Air galon dan penampungan kami sudah habis. Sekarang terpaksa beli air isi ulang buat mandi dan cuci,โ€ keluh Ganda (35), warga Perumahan Bukit Intan Residence, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, warga tidak pernah menerima pemberitahuan resmi sebelumnya terkait gangguan distribusi air tersebut. Bahkan hingga kini belum ada kejelasan dari TSM mengenai penyebab dan estimasi waktu perbaikan.
โ€œKami harap pihak TSM segera bertindak. Ini bukan soal kenyamanan lagi, tapi kebutuhan hidup,โ€ ujarnya dengan nada kecewa.
Selama lima hari terakhir, Ganda mengaku harus mengeluarkan sekitar Rp180 ribu hanya untuk membeli air isi ulang. Dalam sehari, ia membutuhkan sekitar 10 galon air seharga Rp6.000 per galon.
โ€œIronisnya, tagihan air tiap bulan cuma Rp65 ribu sampai Rp75 ribu, tapi sekarang untuk air saja keluar uang tiga kali lipat lebih banyak,โ€ ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari Citra, warga lainnya. Ia bahkan terpaksa menampung air hujan beberapa hari lalu agar tetap bisa mencuci dan membersihkan diri.
โ€œKalau hujan, kami tampung pakai ember dan baskom. Mau gimana lagi, air nggak keluar sama sekali,โ€ kata Citra.
Citra mengatakan warga mulai khawatir jika gangguan ini berlangsung lebih lama tanpa kejelasan.
โ€œAir bersih itu kebutuhan pokok, bukan kemewahan,โ€ tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama TSM Adib Ubaidillah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah meminta staf untuk memberikan penjelasan kepada pelanggan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan maupun waktu normalisasi pasokan.
โ€œKemarin sudah dihubungi oleh customer care kami kan?โ€ jawabnya singkat ketika dimintai konfirmasi.
Trending Now