Konten Media Partner
YPAC Palembang Kekurangan Tenaga Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus
9 September 2025 15:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
YPAC Palembang Kekurangan Tenaga Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus
SLB-B YPAC Palembang mengakui kekurangan tenaga pengajar untuk anak berkebutuhan khusus. #publisherstory #urbanidUrban Id

Sekolah Luar Biasa Tingkat B, Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB-B YPAC) Kota Palembang menyebut bahwa mereka kekurangan tenaga pengajar saat ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SLB-B YPAC Palembang, Sri Hartono saat ditemui pada Selasa, 9 September 2025.
YBAC merupakan yayasan yang khusus dibidang penanganan anak berkebutuhan khusus. Ia mengatakan bahwa awalnya, yayasan ini adalah pembinaan untuk anak-anak disabilitas fisik dan berubah menjadi SLB dengan kategori yang berbeda-beda.
"Sempat menjadi perdebatan mengapa namanya Yayasan Pembinaan Anak Cacat, di mana kata cacat itu tidak relevan lagi dipakai. Namun, memang dari pusatnya memutuskan untuk tidak mengganti kata tersebut, alasannya untuk menghormati hasil karya dari pendiri yayasan yakni pak Soeharso," kata dia.
Sementara itu, ia bilang bahwa saat ini tenaga pengajar di SLB-B YPAC yang terkhusus untuk anak-anak tunarungu Palembang, masih terbilang kurang. Sebab sekolah ini masih membutuhkan tenaga ahli yang benar-benar siap dan mahir dalam menangani anak-anak tunarungu.
"Kami masih kekurangan tenaga pengajar yang bersedia. Karena kami belum ada tenaga pengajar untuk terapi bicara anak-anak di sini. Total kelas di sini ada 14 kelas, sedangkan total guru yang ada hanya 16 termasuk kepala sekolah. Kelas di sini 1 guru memegang 1 kelas, artinya masih kurang dalam tenaga pengajar untuk mengisi bidang khusus lainnya," kata dia.
Sebelumnya, Tim Urban Id berkesempatan untuk masuk ke dalam yayasan. Dalam SLB-B YPAC Palembang, kelas terdiri dari maksimal 8 murid di mana mereka memiliki kekurangan yang bermacam-macam. Ada yang tunarungu, autisme hingga disabilitas fisik.
Kemudian, Sri Hartono menyampaikan bahwa kurikulum yang digunakan dalam sekolah tersebut sama seperti kurikulum umum, yakni kurikulum merdeka. Namun, penerapannya disesuaikan untuk murid yang berkebutuhan khusus.
"Kurikulum sama tapi disesuaikan kepada muridnya. Ada murid yang kesulitan membaca dan menulis karena keterbatasan, maka dari itu kami membantunya terlebih dahulu untuk menulis dan membaca sampai bisa," kata Sri Hartanto.
Lalu, dalam percakapannya, ia mengatakan bahwa pemerintah telah membantu sekolah dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun saat ini belum ada kunjungan dari pemerintah ke yayasan tersebut.
"Ada bantuan Dana BOS, lalu MBG juga lancar dan berjalan dengan baik. Kalau untuk kunjungan dari pemerintah, belum ada," kata dia.
Dalam kunjungan ke SLB-B YPAC Palembang, anak-anak berkebutuhan khusus masuk seperti biasanya yakni pukul 7 pagi dan pulang hingga pukul 12 siang.
