Konten dari Pengguna
Krokot: Si Liar dengan Manfaat Luar Biasa!
5 September 2025 18:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Krokot: Si Liar dengan Manfaat Luar Biasa!
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah di berbagai sektor, salah satunya adalah krokot. Meskipun dikenal sebagai tanaman liar, khasiat yang ada didalamnya sangat banyak lho! Jovita Devy Oenjaya
Tulisan dari Jovita Devy Oenjaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah di berbagai sektor. Salah satunya pada sektor pertanian di mana Indonesia memiliki beragam jenis tanaman yang tidak hanya bermanfaat sebagai bahan pokok makanan, tetapi juga untuk kesehatan tubuh.
Salah satu contoh tanaman tersebut adalah krokot. Nama tanaman ini mungkin terdengar asing bagi masyarakat karena krokot atau Portulaca oleracea L. merupakan tanaman liar yang biasanya banyak ditemukan menggulma di sekitar perkebunan, perkarangan, dan area lain yang terpapar sinar matahari.
Krokot memiliki nama yang berbeda-beda di berbagai negara, seperti common purslane dan little hogweed di Inggris, gelang pasir di Malaysia, gulasiman di Filipina, Phak Bia-Yai di Thailand, dan Ma Chi Xian atau Kwa-Tsz-Tsai di Tiongkok. Di Indonesia sendiri, krokot juga dikenal dengan nama yang berbeda-beda, seperti gelang di Sunda, sereyen di Madura, dan jalu-jalu kiki di Maluku. Tanaman ini merupakan keluarga dari sukulen sehingga dapat tumbuh subur di berbagai kondisi bahkan kondisi kekurangan air.
Krokot berasal dari Amerika Selatan, tetapi di negara asalnya, tanaman ini sering dianggap sebagai hama. Walaupun demikian, tanaman ini memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan dan telah dikonsumsi di berbagai wilayah, seperti Eropa, Asia, Timur Tengah, Meksiko, dan Afrika.
Krokot dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1.800 mdpl. Tanaman ini memiliki tinggi rata-rata 0,5 m. Batang krokot berbentuk bulat, tegak, dan berwarna cokelat keunguan. Tangkainya pendek dan pada ujung daunnya berbentuk bulat menekuk ke dalam.
Daun krokot merupakan daun tunggal yang berwarna hijau berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal tumpul. Tepi daunnya rata dan berdaging yang memiliki panjang 1–3 cm dengan lebar 1–2 cm. Bunga krokot biasanya berwarna kuning sulfur dan memiliki karakter majemuk.
Mahkota bunganya membentuk jantung dengan kepala putik berjumlah tiga sampai lima kelopak. Biji krokot berbentuk bulat, kecil, berkilat, dan berwarna hitam. Krokot juga memiliki buah yang berbentuk kotak, berbiji banyak, dan berwarna hijau. Sementara itu, akarnya merupakan akar tunggang yang berwarna putih kotor.
Meskipun krokot dianggap hama, ternyata tanaman ini dijadikan daftar tanaman obat yang diprioritaskan oleh World Health Organization (WHO). Seluruh bagian krokot seperti daun, batang, dan bunga dapat dikonsumsi. Tanaman ini menyimpan kandungan nutrisi yang luar biasa terutama pada daunnya.
Kandungan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, steroid, dan terpenoid memiliki sifat antihiperglikemik atau antidiabetik yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara memperbaiki fungsi pankreas. Kandungan antioksidan tersebut dengan beta-karoten dan glutation juga memiliki sifat antikanker yang dapat membantu mengurangi risiko kanker seperti kanker payudara. Sementara itu, kandungan asam lemak omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mencegah stroke, dan mengurangi risiko demensia.
Krokot juga mengandung sumber mineral yang penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang, seperti kalsium dan magnesium. Tidak hanya itu, tanaman ini juga memiliki manfaat untuk memperbaiki kulit, mengurangi kerutan, dan merangsang penyembuhan sel kulit seperti menghilangkan bekas luka dan noda, serta sebagai obat herbal untuk penyakit gastrointestinal seperti diare, pendarahan usus, wasir, disentri, dan bahkan usus buntu.

