Konten dari Pengguna
Belajar Tidak Harus Sempurna: Pelajaran Berharga dari Dunia Perkuliahan
9 Desember 2025 17:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Belajar Tidak Harus Sempurna: Pelajaran Berharga dari Dunia Perkuliahan
Artikel ini membahas sudut pandang baru tentang proses belajar di dunia perkuliahan—bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan utama, melainkan perkembangan, konsistensi, dan kemampuan menerima proses itu senAida Nur Himayati
Tulisan dari Aida Nur Himayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia perkuliahan, kita sering merasa harus bisa sempurna dalam segala hal: nilai harus tinggi, tugas harus rapi, pemahaman harus langsung matang sejak pertama kali belajar. Namun, semakin lama menjalani proses kuliah, saya justru belajar satu hal penting: belajar tidak harus sempurna.
Banyak dari kita terjebak pada standar yang kita buat sendiri atau yang dibuat oleh lingkungan. Kita merasa gagal ketika tidak bisa mencapai ekspektasi itu. Padahal, dunia perkuliahan justru mengajarkan bahwa setiap proses—baik yang berantakan, terlambat, bahkan penuh kebingungan—tetap memiliki nilai.
Saya sendiri pernah merasa minder ketika melihat teman yang selalu terlihat paham dan cepat menyelesaikan tugas. Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa kecepatan dan kesempurnaan bukan satu-satunya ukuran kemampuan. Ada teman yang belajar perlahan tetapi pemahamannya justru lebih dalam. Ada pula yang tidak menonjol secara akademik tetapi unggul dalam komunikasi, organisasi, atau kreativitas.
Pelajaran paling besar yang saya dapat adalah: tidak apa-apa tidak selalu mengerti di awal. Tidak apa-apa mengulang materi. Tidak apa-apa bertanya hal yang dianggap sepele. Yang penting adalah kita terus bergerak maju, meski pelan. Kampus bukan sekadar tempat mencari nilai, tetapi ruang untuk menemukan ritme belajar kita sendiri.
Ketika saya mulai menerima bahwa belajar memang tidak harus sempurna, hidup terasa jauh lebih ringan. Saya lebih menikmati proses, lebih berani mencoba hal baru, dan tidak terlalu keras pada diri sendiri. Justru dari momen-momen tidak sempurna itulah saya belajar tentang ketekunan, manajemen waktu, dan kemampuan berdamai dengan kegagalan kecil.
Pada akhirnya, dunia perkuliahan bukan perlombaan. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh pembelajaran, dan setiap orang punya jalur masing-masing. Selama kita berkembang, mencoba, dan terus belajar, itu sudah lebih dari cukup.

