Konten dari Pengguna

Hidup di Kota Bisa buat Gendut? Hubungan Aktivitas dan Pola Makan

Vincent Sugiharto
Mahasiswa Program Studi Digital Bisnis Manajemen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
24 September 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hidup di Kota Bisa buat Gendut? Hubungan Aktivitas dan Pola Makan
Artikel ini mengulas bagaimana hidup di kota yang serba cepat sering membuat orang rentan mengalami obesitas. Pola makan tinggi kalori dan kurang aktivitas fisik menjadi penyebab utama, sementara pili
Vincent Sugiharto
Tulisan dari Vincent Sugiharto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar Ilustrasi Dibuat Menggunakan Chat GPT
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Ilustrasi Dibuat Menggunakan Chat GPT
Hidup di kota besar identik dengan kesibukan dan serba cepat. Pekerjaan kantor menuntut kita duduk berjam-jam di depan komputer, waktu perjalanan sering dihabiskan di jalan, sementara makanan cepat saji dengan mudah bisa didapat hanya dalam hitungan menit. Kemudahan ini memang praktis, tetapi ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh: obesitas.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Public Health Nutrition oleh Rosmiati dkk. (2022) mengungkap bahwa pola makan dan tingkat aktivitas fisik memiliki peran besar terhadap risiko obesitas, terutama di kalangan pekerja perkotaan. Penelitian yang melibatkan pekerja urban di Indonesia ini menemukan bahwa gaya hidup kota yang sibuk kerap membuat seseorang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan.

Dua Pola Makan yang Menentukan

Dalam penelitian tersebut, peneliti membagi pola makan menjadi dua kategori utama:
Hasilnya jelas menunjukkan bahwa pekerja yang sering mengonsumsi makanan ala Western memiliki risiko obesitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih banyak menerapkan pola makan Prudent. Selain itu, tingkat aktivitas fisik juga sangat menentukan: semakin sedikit bergerak, semakin besar pula peluang mengalami obesitas (Rosmiati dkk., 2022).

Mengapa Hidup di Kota Rentan dengan Obesitas?

Ada beberapa alasan mengapa pekerja di kota lebih rentan mengalami obesitas. Pertama, jam kerja yang panjang membuat banyak orang sulit meluangkan waktu untuk berolahraga. Kedua, stres akibat tekanan pekerjaan dan kehidupan perkotaan sering membuat orang mencari β€œpelarian” dengan makanan cepat saji atau camilan manis yang memberikan kenyamanan sesaat. Ketiga, akses yang terlalu mudah terhadap makanan tinggi kalori membuat pilihan makanan sehat seringkali kalah praktis.
Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi yang β€œideal” untuk kenaikan berat badan. Apalagi jika aktivitas sehari-hari lebih banyak dilakukan dalam posisi duduk, seperti bekerja di kantor, menghadiri rapat, atau bahkan sekadar duduk berjam-jam di transportasi umum.

Jalan Keluar: Pola Hidup Seimbang

Meski demikian, obesitas bukanlah hal yang tidak bisa dicegah. Penelitian ini menekankan pentingnya membangun pola hidup seimbang, yakni mengombinasikan pola makan sehat dengan aktivitas fisik yang cukup. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
Langkah kecil ini mungkin terdengar sepele, tetapi bila dilakukan secara konsisten bisa membawa dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Kesimpulan

Hidup di kota memang penuh tantangan, terutama untuk menjaga pola hidup sehat. Namun, hasil penelitian Rosmiati dkk. (2022) memberikan pesan yang jelas: pola makan dan aktivitas fisik adalah kunci utama dalam mencegah obesitas. Jadi, meskipun aktivitas sehari-hari padat, keputusan untuk makan lebih sehat dan bergerak lebih aktif tetap ada di tangan kita.
Dengan kesadaran dan langkah kecil yang konsisten, hidup sehat di tengah hiruk-pikuk kota bukanlah hal yang mustahil.
Trending Now