Konten dari Pengguna
Sagu: Tanaman Pangan Kaya Nutrisi Dan Bernilai Ekonomi Tinggi
15 Agustus 2024 15:45 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Sagu: Tanaman Pangan Kaya Nutrisi Dan Bernilai Ekonomi Tinggi
Sagu rumbia merupakan sumber pangan yang penting, terutama di daerah-daerah tertentu di Indonesia. Sagu tidak hanya berperan sebagai makanan pokok tetapi juga mempotensi besar dalam industri.Winda Purnama Sari
Tulisan dari Winda Purnama Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sagu merupakan bahan pangan yang berasal dari pati pohon rumbia (Metroxylon sagu). Pohon ini dikenal dengan berbagai nama di Indonesia, termasuk "rumbia" di Sumatra dan "tuni" di Sulawesi. Penggunaan sagu sebagai sumber makanan telah ada sejak zaman prasejarah di wilayah Melanesia dan Mikronesia. Di Indonesia, sagu telah lama menjadi makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua sebelum kedatangan beras.
Pohon rumbia tumbuh subur di daerah rawa-rawa dan tanah berawa dengan batang silinder tanpa cabang, berdiameter 50–90 cm dan tinggi mencapai 16–20 m saat masa panen. Batang rumbia penuh dengan pati yang nantinya diolah menjadi sagu. Setelah mencapai usia matang, biasanya sekitar 9-12 tahun. Daun rumbia besar dan majemuk menyirip dengan panjang mencapai 7 meter. Bunganya berbau kurang enak dan berumah satu (monoesis), setelah berbunga dan berbuah sekali, pohon rumbia perlahan akan mulai mati.
Sagu mengandung beberapa nutrisi penting, meskipun dalam jumlah yang tidak sebesar sumber karbohidrat lainnya. Kandungan utama sagu adalah karbohidrat (pati) dengan sedikit protein dan lemak. Terdapat sekitar 80% karbohidrat, 1% protein, 1% lemak, 0.5-1% serat dan juga terdapat kandungan vitamin serta mineral seperti kalsium, zat besi dan vitamin B.
Selain karena manfaat dan kegunaannya yang luas, sagu juga merupakan sumber pangan yang memberikan banyak manfaat kesehatan, diantaranya adalah:

