Konten dari Pengguna
Menolak Warisan: Panduan Lengkap dan Praktis Menurut Hukum Perdata dan Islam
27 Juli 2025 8:48 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Menolak Warisan: Panduan Lengkap dan Praktis Menurut Hukum Perdata dan Islam
Penolakan warisan sah menurut hukum perdata. Bagaimana prosedurnya? Bagaimana menurut Islam? Temukan jawabannya dalam artikel lengkap berikut.YUDI SETYO PRAYOGO, SH, MKn
Tulisan dari YUDI SETYO PRAYOGO, SH, MKn tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warisan itu nggak selalu identik dengan harta atau rezeki. Di lapangan, banyak juga yang justru mewarisi utang, sengketa, atau masalah hukum dari almarhum. Nah, dalam situasi seperti ini, wajar kok kalau ada yang bertanya, "Bisa nggak sih warisan ditolak?"
Jawabannya: bisa! Tapi tentu ada aturan mainnya. Baik dari segi hukum perdata maupun hukum Islam, ada prosedur dan batasan yang perlu dipahami. Artikel ini akan membahas tuntas bagaimana cara menolak warisan secara sah dan aman, sekaligus menjawab kebingungan soal apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
Apa Itu Penolakan Warisan?
Penolakan warisan adalah langkah hukum yang dilakukan oleh ahli waris untuk secara resmi menolak hak atas harta peninggalan dari orang yang telah meninggal dunia.
Kenapa seseorang bisa menolak warisan?
Yang jelas, keputusan ini bukan soal emosi, tapi soal legalitas dan konsekuensi hukum.
Penolakan Warisan dalam Kacamata Hukum Perdata
Dasar Hukumnya Jelas
Dalam KUHPerdata, ada beberapa pasal penting yang mengatur hak menolak warisan:
Prosedurnya Gimana?
Langkah-langkahnya cukup administratif, tapi tetap harus serius.
Syarat dokumen:
Prosesnya:
⏱️ Waktu proses: Sekitar 2 minggu hingga 1 bulan.
Apa Konsekuensinya Kalau Warisan Ditolak?
Penolakan warisan bukan cuma soal “tidak mau terima”. Ada konsekuensi hukum yang ikut menyertainya:
Jadi pastikan keputusan ini sudah kamu pikirkan matang-matang ya.
Bagaimana Dengan Hukum Islam?
Nah, di sinilah menariknya. Dalam hukum Islam, ada prinsip ijbari—artinya warisan langsung berpindah otomatis ke ahli waris saat pewaris wafat. Jadi secara formal, nggak ada konsep penolakan warisan.
Tapi, Islam itu fleksibel dan mengutamakan musyawarah. Maka lahirlah konsep takharruj.
Apa Itu Takharruj?
Takharruj adalah kesepakatan antar ahli waris, di mana satu pihak rela mengundurkan diri dari bagiannya.
Syarat sahnya:
Contoh sederhana:
Kakak tertua dalam keluarga memutuskan tidak mengambil warisan karena ingin membantu adik yang masih sekolah. Semua setuju. Ini sah menurut syariat.
Perbandingan Singkat: Hukum Perdata vs Islam
Studi Kasus Singkat
1. Pewaris Tinggalkan Utang Besar: Pewaris meninggal dengan utang Rp800 juta. Alih-alih menerima beban, dua anaknya memilih menolak warisan secara resmi ke Pengadilan Negeri. Mereka bebas dari kewajiban membayar utang.
2. Solusi Islami Takharruj: Kakak tertua memilih tak mengambil bagian waris agar adiknya bisa lanjut kuliah. Semua ahli waris sepakat. Kesepakatan ini berlangsung secara damai, penuh keikhlasan.
Kesimpulan: Pahami Sebelum Menolak
Menolak warisan itu sah, tapi harus dilakukan secara prosedural. Jangan asal tolak tanpa tahu konsekuensinya.
Kalau kamu beragama Islam, pahami bahwa penolakan formal tidak dikenal. Tapi kamu tetap bisa mengambil jalan tengah lewat takharruj yang lebih etis dan harmonis.

