Konten dari Pengguna

Tren Vitamin Gummy dan Suplemen Rasa-Rasa: Bagaimana Mengonsumsinya dengan Aman

Yulius Evan Christian
Dosen Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5 Desember 2025 17:00 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Tren Vitamin Gummy dan Suplemen Rasa-Rasa: Bagaimana Mengonsumsinya dengan Aman
Vitamin gummy semakin populer karena bentuknya yang menarik dan rasanya yang manis. Artikel ini membahas tren tersebut, potensi risikonya, serta cara aman mengonsumsinya setiap hari.
Yulius Evan Christian
Tulisan dari Yulius Evan Christian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belakangan ini, lini waktu media sosial dipenuhi berbagai produk suplemen berwarna cerah, berbentuk lucu, dan punya rasa buah yang menggoda. Banyak orang menyebutnya sebagai β€œvitamin permen” atau vitamin gummy. Tidak hanya anak-anak yang menyukainya, orang dewasa pun menganggap bentuk ini lebih menyenangkan dibandingkan menelan tablet atau kapsul.
Namun, di tengah popularitasnya, muncul pertanyaan: apakah vitamin gummy benar-benar aman dikonsumsi setiap hari? Atau ada hal yang perlu diperhatikan sebelum kita ikut tren ini?
Permen Jeli, Sumber:IStockphoto/Natalia Rusanova
zoom-in-whitePerbesar
Permen Jeli, Sumber:IStockphoto/Natalia Rusanova
Vitamin gummy hadir sebagai jawaban atas dua hal: kenyamanan dan rasa. Banyak orang yang merasa kesulitan menelan tablet besar atau tidak menyukai rasa pahit suplemen tertentu. Bentuk gummy yang kenyal dan manis membuat suplemen terasa lebih seperti snack dibanding obat.
Selain itu, media sosial turut mempercepat popularitasnya. Konten unboxing, testimoni, hingga tips kesehatan sering menampilkan vitamin dalam bentuk gummy yang tampak estetik. Tidak heran, banyak orang mulai menganggap vitamin ini sebagai bagian gaya hidup sehat yang lebih menyenangkan.
Secara umum, gummy mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin D, zinc, biotin, atau kombinasi multivitamin lainnya. Secara fungsi, zat aktifnya sama dengan yang ada di tablet atau kapsul.
Namun, ada beberapa hal yang membuat gummy sedikit berbeda:
Artinya, meskipun memberikan efek yang sama, cara tubuh menyerap zat aktif dari gummy bisa sedikit berbeda dari bentuk sediaan lainnya.
Makanan penutup berbahan gelatin - Hidangan penutup, Sumber:IStockphoto/Natalia Darmoroz
Popularitas vitamin gummy bukan tanpa tantangan, terutama karena bentuknya yang mirip permen.
1. Risiko konsumsi berlebihan
Rasanya yang manis sering kali membuat orang tergoda menambah dosis, terutama anak-anak. Padahal, vitamin tetaplah vitamin,terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping.
2. Kandungan gula yang perlu diperhatikan
Walaupun tidak selalu tinggi, gula tambahan pada gummy bisa menjadi perhatian bagi orang dengan diabetes, diet rendah gula, atau anak-anak yang rentan mengalami karies gigi.
3. Variasi dosis antar produk
Dua gummy berbeda bisa memiliki kandungan vitamin yang sangat berbeda. Inilah pentingnya membaca label sebelum membeli.
4. Potensi interaksi ringan
Beberapa vitamin, seperti vitamin D atau biotin, dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Tidak berbahaya untuk kebanyakan orang, tetapi perlu disadari bila sedang menjalani terapi.
Semua faktor ini tidak membuat gummy menjadi produk yang buruk,hanya saja perlu dikonsumsi secara bijak.
Jawabannya: iya, bisa efektif, selama dosisnya sesuai kebutuhan tubuh dan dikonsumsi dengan benar.
Gummy cocok untuk:
Namun, bentuk ini tidak menggantikan pola makan sehat dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti nutrisi utama.
Untuk memastikan manfaat optimal dan meminimalkan risiko, berikut beberapa langkah sederhana:
Kuncinya adalah memahami bahwa meskipun tampilannya seperti snack, gummy tetap termasuk produk kesehatan.
Kapan Perlu Memilih Bentuk Lain Selain Gummy?
Ada beberapa situasi di mana tablet atau kapsul mungkin lebih tepat:
Vitamin gummy hadir untuk memudahkan, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran. Tidak semua bentuk suplemen cocok untuk semua orang, sehingga pilihan terbaik selalu kembali pada kebutuhan masing-masing.
Tidak perlu takut mengonsumsi vitamin gummy. Yang penting adalah kesadaran, pemahaman dosis, dan kebiasaan hidup sehat yang menjadi fondasinya.
Karena pada akhirnya, bentuk suplemen boleh berbeda, tetapi tujuan kita tetap sama: menjaga kesehatan tubuh dengan cara yang sederhana, aman, dan menyenangkan.
Trending Now